TribunBogor/
Home »

Metro

Ratusan Peneliti Kumpul di Bogor Bahas Pemanfaatan Sumber Daya Hayati

banyak sumber daya hayati yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Ratusan Peneliti Kumpul di Bogor Bahas Pemanfaatan Sumber Daya Hayati
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Simposium International Pengelolaan Sumber Daya Hati di Gedung Pusat Konservasi Tumbuhan 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Ratusan akademisi dan peneliti mengikuti kegiatan Simposium International Pengelolaan Sumber Daya Hati di Gedung Pusat Konservasi Tumbuhan, Kota Bogor, Kamis (12/10/2017).

Enny Sudarminowati Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI mengatakan, banyak sumber daya hayati yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Bahkan ada beberapa hasil penelitian LIPI yang sudah memiliki lisensi.

Baca: Ingin Mangga yang Anda Beli Tetap Segar, Rendam Di Air Hangat Sebelum Disantap

"Jadi yang kita bicarakan yang kita manfaakan, yang sudah punya paten dan lisensi yang sudah dibeli oleh industri, diantaranya pupuk organik hayati, lesensi teknologinya sudah dibeli swasta, mikroba untuk memulihkan lahan bekas tambang, dan kita juga berhasil menyilangkan jenis tanaman indonesia," katanya.

Dalam kegiatan yang di adakan oleh LIPI melalui kedeputian bidang ilmu pegetahuan hayati bekerjasama dengan Heriot Watt University Ingris dan Feng Chia University Taiwan itu dibahas mengenai topik utama tentang kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan sumber daya hayati dengan pendekatan ekonomi.

Ratusan Ilmuan dari berbagai lembaga penelitian akademisi maupun kalangan praktisi saling bertukar hasil penelitian dan informasi terbaru dibidang pemanfaatan sumber daya hayati dan aspeknya.

Baca: Ternyata Ini 3 Kebiasaan Anies Baswedan yang Tidak Disukai Sandiaga Uno

Enny menjelaskan bahwa acara tersebut merupakan rangkaian peringatan 50 tahun kiprah LIPI dan dua abad Kebun Raya Bogor.

Enny Sudarminowati Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI mengatakan Simposium International tersebut membahas empat topik penting.

"Intinya akademisi dan peneliti menghasilkan sesuatu dari pemanfaatan sumberdaya alam untuk kesejahteraan manusia," katanya.

Enny pun menambahkan pihaknya menggandeng negara Taiwan sebagai mitra untuk bertukar ide dan belajar agar hasil penelitian bisa memiliki nilai ekonomi yang tinggi.(*)

 
 

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help