TribunBogor/
Home »

Metro

Awasi Pemanfaatan Sumber Daya Air, KPK Gandeng Pemkot Bogor

Kota Bogor dipilih oleh KPK yang intinya bidang pencegahan untuk memastikan tidak ada praktik bertentangan hukum terkait pemanfaatan SDA

Awasi Pemanfaatan Sumber Daya Air, KPK Gandeng Pemkot Bogor
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Bima Arya dan penyandang tuna netra. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.xom, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah Kota Bogor bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan diskusi terkait Koordinasi lintas terkait pengelolaan sumber daya air dan penerimaan daerah di Kota Bogor.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa Kota Bogor dipilih oleh KPK bersama 11 kota yang pada intinya bidang pencegahan untuk memastikan tidak ada praktik bertentangan hukum terkait pemanfaatan sumber daya alam.

"Jadi bagaimana pengolahan sumberdaya alam itu dipastikan sesuai dengan pengolahannya, cakupannya banyak, kalau di bogor seperti air bawah tanah, limbah, izin hotel-hotel semua," katanya usai mengikuti diskusi di Balai Kota Bogor, Jumat (13/10/2017).

Bima mengatakan bahwa hal tersebut Semacam pemetaan bersama KPK.

Nantinya akan ada audit terkait sejauh mana aturan itu dijalankan.

"Aspeknya memang banyak untuk izin hotel, mulai dari amdal segala macam termasuk kebijakan kebijakan pemda," ujarnya.

Sementara itu Ketua Sumber Daya Alam KPK, Dian Patria mengatakan pihaknya akan mengumpulkan data terlebih dahulu terkait populasi izin yang berada di wilayah Kota Bogor.

"Berapa hotelnya, alamatnya dimana, koordinatnya apa, berapa restorannya, kewajiban lingkungannya bagaimana ada amdalnya atau tidak, kita petakan dulu itu," ucapnya.

Nantinya, kata Dian dari peta itu akan ketahuan yang mana yang tidak patuh.

"Nanti dari peta akan ketahuan, penindakannya bisa macam macam, bisa menjadi kewenangan KPk bisa jadi penegak hukum yang lain, ini bukan semata karena uang juga, ini karena lingkungan juga, saya minta mereka untuk assessment nanti kita minta pemkot umumkan ke publik, sekian hotel tak berizin," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help