TribunBogor/
Home »

Metro

Pilkada Wali Kota Bogor 2018

Jelang Pilkada 2018, Warga Kota Bogor 'Dipaksa' Lupakan Status Pleger Petahana

Status pleger diberikan sesuai putusan vonis Pengadilan Tipikor Bandung dalam kasus markup lahan Jambu Dua, Kota Bogor.

Jelang Pilkada 2018, Warga Kota Bogor 'Dipaksa' Lupakan Status Pleger Petahana
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengikuti Pesta Rakyat menyambut HUT RI di Kelurahan Sukaresmi, Kota Bogor, Rabu (17/8/2016). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Status pleger yang kini disandang Wali Kota Bogor Bima Arya seakan menjadi kendala baginya untuk melaju ke Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 mendatang.

Status pleger diberikan sesuai putusan vonis Pengadilan Tipikor Bandung dalam kasus markup lahan Jambu Dua, Kota Bogor.

Merujuk Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUH Pidana, pleger adalah yang melakukan kejahatan (pelaku delik).

Soal ini, Pengamat Hukum, Gunara berujar bahwa mestinya status pleger pada petahana mestinya tak lagi diambil pusing.

"Itu kan dulu, jadi tidak akan berpengaruh, toh kasusnya juga saya rasa sudah selesai," katanya kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (13/10/2017).

Dia menilai, saat ini pemimpin yang dibutuhkan rakyat ialah pemimpin yang dapat membuat sebuah perubahan nyata baik dari sisi infrastruktur ataupun yang lainnya.

Pengamat Hukum, Gunara
Pengamat Hukum, Gunara (TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika)

"Bila dilihat dengan kasat mata, kita lihat sejauh ini beberapa perubahan infrastruktur mulai berubah bila dibanding pemimpin sebelumnya, jadi segi pengamalan menurut saya yang lebih harus dipertimbangkan oleh masyarakat," jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa, peluang Bima Arya untuk kembali merebut kursi kepemimpinan masih terbuka lebar.

"Tapi kembali kepada masyarakat, untuk itu, masyarakat diimbau agar lebih selektif dan pintar dalam menentukkan siapa walikota Bogor nanti," jelasnya.

Namun, lanjutnya, status pleger yang disandang Bima Arya dalam kasus pengadaan lahan Jambu Dua tidak menutup kemungkinan akan kembali mencuat ke publik jelang Pilwakot 2018.

"Ya kita kan tidak tahu, kalau persaingan politik seperti apa, tapi kalau menurut saya yang sudah mah sudah tidak perlu dipermasalahkan lagi," tandasnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help