TribunBogor/

No Bra Day - Ini Penjelasan Dokter Soal Tidak Gunakan Bra Turunkan Risiko Kanker Payudara

Selain faktor turunan dari keluarga, penggunaan alat kontrasepsi oral seperti Pil KB lebih dari tujuh tahun pun dapat berisiko terkena kanker

No Bra Day - Ini Penjelasan Dokter Soal Tidak Gunakan Bra Turunkan Risiko Kanker Payudara
Kompas.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Penyakit kanker payudara saat ini menjadi momok menakutkan bagi sebagian kaum hawa.

Bahkan, tidak sedikit juga yang meninggal dunia akibat serangan penyakit ini.

Kasie Penyakit Tidak Menular (PTM) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr Yessi Desputri mengatakan, ada 13 macam faktor yang menimbulkan resiko terkena kanker payudara bagi wanita.

Selain faktor turunan dari keluarga, kata dia, penggunaan alat kontrasepsi oral seperti Pil KB lebih dari tujuh tahun pun dapat berisiko terkena kanker payudara.

"Contohnya penggunaan pil KB yang berlebihan, karena itu dapat menimbulkan resiko kanker," terangnya kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (13/10/2017).

Selain itu, sambung dr Yessi, ada faktor lain seseorang terkena beresiko kanker payudara diantaranya mendapatkan haid pertama di bawah umur 12 tahun, Menopause diatas usia 55 tahun, Belum pernah melahirkan, Tidak pernah menyusui bayinya, dan melahirkan anak pertama usia diatas 35 tahun.

Tak hanya itu, Riwayat tumor jinak di payudara, Perokok aktif maupun pasif, penambahan berat badan berlebihan terutama sesudah menopause, mengonsumsi makanan cepat saji yang mengandung lemak berlebihan serta paparan radiasi saat payudara dalam pertumbuhan pun dapat menimbulkan resiko kanker.

"Soal tidak menggunakan bra yang katanya dapat menurunkan resiko kanker, sampai saat ini saya belum ketemu penelitiannya. Karena pemakaian bra itu lebih ke arah estetika," terangnya.

Menurutnya, resiko kanker payudara dapat dicegah dengan menerapkan prilaku CERDIK yakni Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup serta Kelola stress.

"Pola hidup bersih dan sehat juga sangat penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," tandasnya.

Penulis: Damanhuri
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help