TribunBogor/
Home »

Metro

Peneliti IPB Manfaatkan Serat Alam untuk Bahan Helm

Komposit serat alam menarik perhatian dalam aplikasinya karena memberikan banyak keuntungan dibandingkan dengan serat sintetis

Peneliti IPB Manfaatkan Serat Alam untuk Bahan Helm
Dok. Facebook/NGS Batteries
Ilustrasi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pengembangan rekayasa material khususnya dalam bidang komposit serat alam di Indonesia memiliki prospek yang sangat potensial karena ketersediaan sumber daya alam yang melimpah.

Komposit serat alam menarik perhatian dalam aplikasinya karena memberikan banyak keuntungan dibandingkan dengan serat sintetis, seperti kepadatan rendah, biaya yang lebih murah, ketersediaan dan biodegradasi.

Salah satu tanaman yang memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi adalah kenaf.

Peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) Jumiarti Andi Lolo, Siti Nikmatin, Naresworo Nugroho dan Husin Alatas melakukan riset terkait analisis pengaruh variasi komposisi filler kenaf short fiber terhadap sifat fisis-mekanis biokompasit pada penerapan helm sepeda motor.

Baca: 5 Seleb Kondang yang Wafat Hari Jumat, Pernah Main di Film Panas Sampai Jadi Waria

Siti Nikmatin mengatakan, kenaf (Hibiscus cannabinus) merupakan salah satu sumber serat yang cukup potensial untuk dikembangkan.

Salah satu cara untuk meningkatkan nilai ekonomi dari serat kenaf adalah dengan memanfaatkannya sebagai bahan pengisi (filler) dalam suatu komposit.

Biokomposit adalah komposit yang terbentuk dari kombinasi polimer buatan dan polimer alam.

Gabungan dari serat alam dan polimer memberikan dampak positif terhadap lingkungan.

"Saat ini, material termoplastik banyak digunakan untuk serat alami. Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS) merupakan salah satu polimer termoplastik yang banyak digunakan dalam industri karena memiliki sifat mekanik yang unggul," katanya.

Baca: Tanpa Sensor, Begini Foto-Foto Perayaan No Bra Day di Seluruh Dunia

Ia menjelaskan bahwa di Indonesia, sepeda motor merupakan alat transportasi yang cepat dan efisien, akan tetapi berisiko tinggi dalam kecelakaan dan proteksi rendah terhadap pengendaranya, khususnya kepala.

Helm bukan hanya sebagai alat proteksi, tetapi juga memberikan kenyamanan dan perlindungan maksimal bagi pemakainya.

Ia juga menambahkan, pengembangan biokomposit berbasis serat kenaf dengan menggunakan polimer ABS sebagai matriks dan serat kenaf sebagai pengisi (filler) merupakan kajian yang sangat menarik untuk diteliti dan dikembangkan karena serat kenaf memiliki sifat fisis-mekanik yang lebih baik dari serat alam lainnya.

Sehingga dapat melindungi ABS dari keretakan pada aplikasi helm dan dapat mengganti material helm yang ada di Indonesia.

"Selain itu, material komposit menunjukkan kemampuan untuk menyerap jumlah energi yang lebih besar serta menawarkan kekakuan dan kekuatan spesifik yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan resin termoplastik murni. Sehingga pada penelitian ini akan dihitung nilai kriteria cedera kepala atau head injury criterion (HIC) helm sepeda motor," tuturnya.

Penelitian ini memanfaatkan serat kenaf sebagai bahan penguat dalam biokomposit bermatriks polimer ABS.

Dari pengujian dampak (impact) yang dilakukan pada helm biokomposit diperoleh nilai kriteria cedera kepala atau Head Injury Criterion.(*)

Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help