TribunBogor/
Home »

News

» Sains

IPB Manfaatkan Limbah Batang Kelapa Sawit Sebagai Pengganti Kayu, Ini Kelebihannya

Berdasarkan hasil pengujian ketahanan terhadap rayap kayu kering pada semua contoh uji parallam termasuk kelas awet IV.

IPB Manfaatkan Limbah Batang Kelapa Sawit Sebagai Pengganti Kayu, Ini Kelebihannya
Humas IPB
Kayu dair limbah kelapa sawit 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan dengan prospek perkembangan yang cerah.

Perkembangan industri kelapa sawit di Indonesia mengalami kemajuan yang pesat, terutama peningkatan luas lahan dan produksi kelapa sawit.

Hal ini didukung luas areal perkebunan kelapa sawit yang meningkat setiap tahun hingga pada tahun 2014 mencapai 10.9 juta ha (Kementrian Pertanian 2014).

Peningkatan luas lahan dan produksi akan meningkatkan jumlah limbah yang dihasilkan dari kelapa sawit.

Peneliti yang terdiri dari Riyan Halim Brawijaya, Yusram Massijaya dan Jasni dari Departemen Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor melakukan penelitian tentang ketahanan parallam dari limbah batang kelapa sawit terhadap rayap kayu kering.

Yusram mengatakan, limbah kelapa sawit masih belum dimanfaatkan secara optimal.

Pada bagian batang umumnya dibakar atau dibiarkan menumpuk menjadi limbah yang dapat menimbulkan berbagai dampak dan gangguan lingkungan.

Limbah batang kelapa sawit dapat dimanfaatkan menjadi produk laminasi seperti laminated veneer lumber dan polywood untuk kebutuhan interior maupun eksterior.

Pemanfaatan batang kelapa sawit juga menghadapi beberapa kendala.

Misalnya stabilitas dimensi yang buruk, kekuatan, dan ketahanan terhadap organisme perusak yang lemah dan sifat permesinan yang rendah.

Hasil penelitian membuktikan bahwa limbah batang kelapa sawit dapat dijadikan bahan baku alternatif pengganti kayu yaitu dengan membuat parallam.

Hasil ketahanan terbaik terdapat pada parallam B dengan long strand lebar 2 cm dan tebal 0.3 cm menggunakan perekat isosianat.

Berdasarkan hasil pengujian ketahanan terhadap rayap kayu kering pada semua contoh uji parallam termasuk kelas awet IV.

“Kandungan selulosa yang tinggi pada batang kelapa sawit menjadi sumber makanan bagi organisme perusak khususnya rayap. Hal ini menyebabkan batang kelapa sawit tergolong sangat tidak tahan yaitu kelas awet V,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima TribunnewsBogor.com.

Ia menjelaskan, oleh karena itu limbah batang kelapa sawit dapat dimanfaatkan menjadi produk Parallel Strand Lumber (Parallam) untuk
meningkatkan ketahanannya terhadap faktor organisme perusak yaitu rayap, khususnya rayap kayu kering (Cryptotermes cynocephalus Light).

Rayap merupakan serangga pemakan kayu (xylophagus) atau bahan-bahan yang mengandung selulosa.

Selain itu rayap adalah salah satu hama yang menimbulkan kerusakan hebat dan kerugian besar pada produk-produk kayu.

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help