TribunBogor/
Home »

Bogor

Kalau Mau Lewat Jembatan Darurat, Pengendara Wajib Bayar Rp 5 Ribu

Untuk bisa melintas, warga harus menggunakan jembatan darurat untuk bisa menuju ke wilayah Cariu, Kabupaten Bogor.

Kalau Mau Lewat Jembatan Darurat, Pengendara Wajib Bayar Rp 5 Ribu
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Jembatan Cipamingkis, Jonggol, Kabupaten Bogor masih dilakukan perbaikan. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, JONGGOL - Jembatan Cipamingkis, Jonggol, Kabupaten Bogor yang mengalami kerusakan beberapa waktu lalu hingga kini masih dalam perbaikan.

Untuk bisa melintas, warga harus menggunakan jembatan darurat untuk bisa menuju ke wilayah Cariu, Kabupaten Bogor.

Jembatan alternatif yang bisa menghubungkan antara Jonggol dan Cariu hingga Cianjur lokasinya tidak jauh dari jembatan utama yang saat ini masih dalam proses perbaikan.

Pengendara yang akan melintas jembatan darurat harus mengeluarkan kocek Rp 5 ribu kepada warga yang berjaga di depan jembatan.

"Bayarnya harus goceng (Rp 5 ribu) om, untuk swadaya jembatan," kata seorang warga kepada setiap pengendara yang akan melintas di jembatan alternatif tersebut.

Baca: Kementerian PPPA Terima 3600 Laporan Kekerasan Terhadap Anak, 3 Persennya Alami Kekerasan Seksual

Bukan hanya sekali bayar, pengendara yang kembali lagi melintas di jembatan darurat itu tetap harus membayar Rp 5 ribu.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Selasa (17/10/2017) ada dua buah jembatan alternatif yang beralaskan besi plat untuk kendaraan yang melintas.

Jembatan ini tidak bisa dilintasi oleh kendaraan besar seperti truk dan bus lantaran lebarnya hanya pas untuk kendaraan roda empat saja.

Sebelumnya diberitakan, perwakilan dari Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Jawa Barat, Yongga memprediksi perbaikan jembatan Cipamingkis, Jonggol, Kabupaten Bogor, membutuhkan waktu cukup lama.

Baca: Ridwan Kamil Akhirnya Perbolehkan Angkutan Online Beroperasi Di Kota Bandung, Biarkan Warga Memilih

Rusaknya jembatan tersebut membuat akses dari Kecamatan Jonggol dan Cariu menjadi terputus.

"Kalau hitungan kasar saya, 6 bulan baru selesai perbaikannya," katanya.

Sementara itu ia menambakan untuk saat ini yang bisa dilakukan adalah mengamankan Jembatan agar tak satupun kendaraan melintas.(*)

Penulis: Damanhuri
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help