Langkah Gontai Marbot Musala Cari Rezeki di Jalanan Kota Bogor, Tahan Haus Tidur di Bawah Pohon

Usaha Supardi dalam menjual dagangannya acap kali tak didukung dengan kondisi fisik yang prima.

Langkah Gontai Marbot Musala Cari Rezeki di Jalanan Kota Bogor, Tahan Haus Tidur di Bawah Pohon
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Supardi (50), mushola Al-Furqon di Kawasan Bogor Baru, Kota Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Panas terik di Kota Hujan ditembus langkah gontai Supardi.

Mulai dari kawasan Jalan Pajaran, Pasar Kebon Kembang sampai ke Warung Bandrek ia lalui dengan berjalan kaki.

"Berangkat sama pulang naik angkot, jualan aja jalan kaki," katanya pada TribunnewsBogor.com, Senin (6/11/2017).

Setiap hari terus berulang melakukannya.

Pria berusia 50 tahun itu berjalan kaki sembari membawa kotak kecil penuh botol minyak wangi.

Menurut Supardi dagang minyak wangi bukan profesi utamanya.

Ia sebenarnya seorang marbot di mushola Al-Furqon di Kawasan Bogor Baru, Kota Bogor.

Supardi menjual minyak wangi untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

"Namanya usaha ya harus dijalani, kadang sehari cuma dapat dua puluh ribu, dipakai ongkos dipakai sama makan, kalau ada lebihnya dikumpulin untuk beli minyak lagi," ujarnya.

Usaha Supardi dalam menjual dagangannya acap kali tak didukung dengan kondisi fisik yang prima.

Wajar, selama berjalan kaki pria ini tak melulu bisa membeli makan atau sekadar minum untuk penghilang dahaga.

"Iya kalau cape istirahat dekat pohon kadang ketiduran karena haus juga," ujarnya.

Tidak hanya berjualan minya wangi, Supardi juga sering kali mencoba peruntungan lain.

"nyapu jalan deket mushola, sepanjang jalan itu bersih, Alhamdulillah suka ada yang ngasih," ujarnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help