TribunBogor/
Home »

Metro

450 Prajurit Yonif 315/ Garuda Akan Dikirim Ke Perbatasan Indonesia - Papua Nugini

Terkait munculnya kelompok separatis baru-baru ini, Mirza menegaskan, bahwa keberadaan mereka itu jauh dari perbatasan.

450 Prajurit Yonif 315/ Garuda Akan Dikirim Ke Perbatasan Indonesia - Papua Nugini
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
450 prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 315/Garuda akan dikirim ke Perbatasan Indonesia – Papua Nugini akhir november 2017 nanti. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Sebanyak 450 prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 315/Garuda akan dikirim ke Perbatasan Indonesia – Papua Nugini akhir november 2017 nanti.

Satuan tempur Korps baret hijau itu dikirim untuk melaksanakan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas).

Danrem 061/Suryakancana Kolonel Inf. Mirza Agus menuturkan, ratusan prajurit yonif 315/ Garuda tersebut akan dikirim untuk melaksanakan tugas setelah melakukan segala persiapan sejak beberapa bulan terakhir ini.

"Jika tidak ada perubahan akhir November 2017. Untuk persiapan sendiri telah dilakukan sejak 10 bulan lalu," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (10/11/2017).

Dikatakannya bahwa, prajurit Yonif 315/Garuda dinyatakan sudah siap melaksanakan Pamtas, baik kesiapan secara materil, prajurit, latihan dan perlengkapan lainnya.

"Sehingga Yonif 315/Garuda hanya tinggal menunggu waktu pemberangkatan saja," katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa, ratusan prajurit itu akan bertugas selama kurang lebih sembilan bulan.

"Mereka menggantikan tugas Yonif Para Raider 503/MK Kostrad,” jelasnya.

Mirza pun bertutur, target Satgas Pamtas disana adalah menyelesaikan dua patok perbatasan yang masih belum terselesaikan.

"Selain itu, mereka juga bertugas menjaga keberadaan patok-patok perbatasan lainnya," tuturnya.

Terkait munculnya kelompok separatis baru-baru ini, Mirza menegaskan, bahwa keberadaan mereka itu jauh dari perbatasan.

"Namun dalam hal ini prajurit harus tetap selalu waspada dan pedomani protap atau prosedur yang sudah disiapkan," terangnya.

Sementara itu, Danyon 315/Grd Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani menambahkan bahwa para prajurit telah dibekali kemampuan militer hingga pengetahuan tentang sosial dan budaya masyarakat disana.

"Termasuk untuk mengatasi berbagai macam permasalahan-permasalahan dari eksternal maupun internal, kemudian dibekali pula kemampuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat diperbatasan, misalnya mengajar masyarakat setempat di sekolah," jelasnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help