TribunBogor/
Home »

Bogor

Sampah Menumpuk di Jalan Menuju Kantor Bupati, DLH Tuding Alat Ini Penyebabnya

eskavator itu rusak truk yang rutin mengangkut sampah setiap hari menjadi terkendala dan harus menunggu antrean

Sampah Menumpuk di Jalan Menuju Kantor Bupati, DLH Tuding Alat Ini Penyebabnya
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Tumpukan sampah di Jalan Bambu Kuning, Bojonggede, Kabupaten Bogor sudah mulai dibersihkan, Senin (13/11/2017). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Kerusakan alat berat milik Pemkab Bogor di TPA Galuga rupanya yang menjadi penyebab terlambatnya pengangkutan sampah di wilayah Kabupaten Bogor.

"Iya karena eskavator rusak dan untuk sementara ini alat sedang diperbaiki," ujar Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor Asep Ruhiyat.

Asep menerangkan, Kabupaten Bogor sendiri hanya memiliki satu unit eskavator yang beroperasi di TPA Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Sehingga, saat alat eskavator itu rusak truk yang rutin mengangkut sampah setiap hari menjadi terkendala dan harus menunggu antrean di TPA Galuga.

Ia juga mengakui ada keterambatan pengangkutan sampah akibat rusaknya alat berat yang ada di TPA Galuga tersebut.

"Pegangkutan sampah tetap berjalan, tapi mungkin beberapa hari ini akan ada keterlambatan pengembalian menjadi pukul 18.00 hingga 19.00 WIB,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga yang melintas di ruas jalan Raya Bambu Kuning, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor akhirnya bisa bernafas lega.

Pasalnya, tumpukan sampah yanh sudah menggunung itu saat ini mulai diangkut oleh petugas kebersihan menggunakan truk, Senin (12/11/2017) siang.

Pantauan TribunnewsBogor.com, terlihat ada dua truk sampah yang sudah berada dilokasi tumpukan sampah tersebut.

Namun, dua kendaraan truk sampah ini rupanya tidak akan sanggup membawa semua sampah yang saat ini sudah melebar hingga ke badan jalan tersebut.

Sebab, diruas jalan ini ada sekitar lima titik tumpukan sampah yang memang sudah lebih dari tiga hari dibiarkan tidak terangkut.

Sementara itu, Amaliah (38) warga Bojonggede sangat menyayangkan lambannya penanganan sampah yang dilakukan oleh petugas kebersihan ini.

"Seharusnya setiap hari bisa diangkut, warga yang lewat saja sudah kebauan. Apalagi yang tinggal didekat sini," ketus wanita berhijab itu.(*)

Penulis: Damanhuri
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help