TribunBogor/
Home »

Bogor

Buruh di Kabupaten Bogor 'Kekeuh' Minta Gaji Rp 3,8 juta, Apindo : Gubernur Tidak Akan Setuju

pihaknya tetap menolak PP 78 tahun 2015 yang hanya menaikan upah sebesar 8,7 persen.

Buruh di Kabupaten Bogor 'Kekeuh' Minta Gaji Rp 3,8 juta, Apindo : Gubernur Tidak Akan Setuju
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
buruh melakukan aksi demo lanjutan di kawasan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Perwakilan buruh yang mengikuti mediasi di Kantor Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) bersikukuh meminta Upah Minimun Kabupaten (UMK) Kabupaten Bogor menjadi Rp 3,8 juta tahun 2018 mendatang.

Perwakilan FSPMI, Novianto mengatakan, pihaknya tetap menolak PP 78 tahun 2015 yang hanya menaikan upah sebesar 8,7 persen.

"Kami mengacu pada Undang-undang nomor 13 tahun 2003 yang menetapkan upah lebih tinggi dibandingkan PP 78 tahun 2015," ujarnya usai melakukan mediasi di Kantor Disnakertrans Kabupaten Bogor, Selasa (14/11/2017) sore.

Menurutnya, Apindo maupun Pemerintan Kabupaten Bogor tetap mengacu pada PP 78 tahun 2015.

Kendati demikian, sambungnya, telah dibuat kesepakatan bahwa akan ada surat rekomendasi yang dikirimkan kepada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan melalui Bupati Bogor terkait masalah pengupahan ini.

"Rekomendasi yang diajukan ke Gubernur Jawa Barat untuk UMK tahun 2018 diangka Rp 3.854.537 perbulan," ungkapnya.

Sementara itu, Assosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bogor meyakini jika rekomendasi UMK usulan para buruh tidak akan disetujui Gubernur Jawa Barat.

"Saya yakin pak Gubernur juga engga bakalan setuju, karena dampaknya akan sangat banyak jika sampai hal itu terjadi," ujar Bagian Litbang dan Pengupahan Apindo Kabupaten Bogor, Ahmad Basuni usai menghadiri rapat bersama para buruh.

Menurut Basuni, permintaan kenaikan upah yang diusulkan oleh buruh merupakan hal yang wajar sebagai para pekerja.

"Nanti keputusannya hari jumat untuk rekom UMK dan hasilnya diserahkan kepada Bupati Bogor," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Imdonesia (FSRMI) mengeglar aksi unjuk rasa didepan kantor Disnakertrans Kabupaten Bogor, Selasa (14/11/2017) siang.

Para buruh ini yang melakukan orasi ini meminta kenaikan upah kepada Pemkan Bogor.

Penulis: Damanhuri
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help