TribunBogor/

Jadi TKW di Negara Minoritas Muslim, Kisah Wanita Pertahankan Hijab Ini Bikin Kagum Netizen

Meski kesulitan untuk melaksanakan sholat lima waktu namun wanita itu tetap menjalankannya walaupun di tempat yang sempit.

Jadi TKW di Negara Minoritas Muslim, Kisah Wanita Pertahankan Hijab Ini Bikin Kagum Netizen
Istimewa

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Bagi sebagian wanita, memutuskan untuk mengenakan hijab bukanlah hal yang mudah.

Meski demikian banyak wanita muslim yang memutuskan untuk mengenakan hijab karena dorongan dari hatinya sendiri.

Seperti yang dilakukan oleh seorang wanita yang mengatakan bahwa dirinya tinggal di negara dengan minoritas muslim.

Wanita tersebut berupakan tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia yang bekerja di luar negeri untuk mencari nafkah.

Baca: Netter Duga Tulisan Rina Nose Di Secarik Kertas ke Deddy Corbuzier Soal Pindah Agama

Meski kesulitan untuk melaksanakan sholat lima waktu namun wanita itu tetap menjalankannya walaupun di tempat yang sempit.

Kisah itu dibagikan oleh pemilik akun facebook Riska Fitriasari.

Berikut kutipan kisahnya:

"Nikmatnya Ibadah di negara minoritas muslim
Sebagai seorang muslim dan menjadi TKW di Luar Negeri, kewajiban-kewajiban ibadah selama di tanah air yang biasa dilakukan tetap harus dikerjakan sekalipun berada di belahan bumi lain.
Pengalaman pertama, Sholat diteras diluar rumah,
Entah apa alasan mereka tidak memperbolehkan saya melakukan sholat didalam rumah, tapi alhamdulillah mereka memperbolehkan sholat meski diluar rumah dan itupun harus selalu mengqodho dan mengqashar. Masjid ? di negara ini hanya ada 5 sampai 6 masjid, dan itupun di perkotaan dan saya rindu sekali mendengar kumandang adzan yang saling bersahutan.
Pengalaman kedua, Berhijab.
Saya selalu berprinsip menutup aurat bukan menunggu hati siap tapi perempuan yang sudah baligh wajib menutup aurat.
Nikmatnya adalah alhamdulillah saat meminta izin mengenakan jilbab mereka hanya mengatakan silahkan jika kamu tidak merasa kepanasan. Dalam hati saya hanya bergumam, panas di dunia tidak ada apa apanya dibanding panas dineraka, nikmat lainnya adalah ketika terus beristiqomah untuk Berhijab baik musim panas maupun musim dingin, disaat teman teman memakai jilbab untuk menghangatkan tubuh dimusim dingin dan melepas dimusim panas kemudian memakai baju yang saya sebut kurang bahan dan mengikuti trend zaman."

Halaman
123
Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help