TribunBogor/
Home »

Bogor

Tutupi Keberadaan Imigran Pemilik Kontrakan di Puncak Bisa Kena Sanksi

Setiap pemilik kontrakan wajib melaporkan jumlah imigrai yang tinggal di tempatnya atau ketika ada pendatang baru.

Tutupi Keberadaan Imigran Pemilik Kontrakan di Puncak Bisa Kena Sanksi
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Kasi Informasi, Sarana dan Komunikasi (Insarkom) Imigrasi Kelas 1 Bogor, Mardiyanto 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Pemilik kontrakan atau tempat kost di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor diingatkan untuk tidak menutup-nutupi keberadaan imigran asing.

Setiap pemilik kontrakan wajib melaporkan jumlah imigrai yang tinggal di tempatnya atau ketika ada pendatang baru.

Hal itu dikatakan Mardiyanto, Kepala Seksi Informasi, Sarana dan Komunikasi (Insarkom) Kantor Imigrasi Kelas 1 Bogor saat melakukan sosialisasi di Kantor Desa Cibeureum, Kabupaten Bogor, Selasa (14/11/2017).

Kegiatan sosialisasi ini diikuti puluhan peserta yang terdiri dari para Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) dari desa tersebut.

"Bisa dikatakan ini imigrasi masuk desa, penguatan terhadap peran serta masyarakat dalam pengawasan orang asing," ujar Mardiyanto kepada TribunnewsBogor.com.

Baca: Minta Naik Gaji, Ratusan Buruh Kabupaten Bogor Kembali Serbu Kantor Disnakertrans Kabupaten Bogor

Didalam sosialisasi itu juga dijelaskan bahwa jika ada warga yang menutup-nutupi keberadaan imigran di Puncak bakal dikenakan sanksi.

Sesuai dengan UU No.6 Tahun 2011 Pasal 72 ayat (1) dan (2) mengatakan bahwa apabila pemilik atau pengurus penginapan tidak memberikan data orang asing yang mengontrak kepada pihak Imigrasi.

Sosialisasi imigrasi soal orang asing di Kantor Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Selasa (14/11/2017).
Sosialisasi imigrasi soal orang asing di Kantor Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Selasa (14/11/2017). (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Cara pelaporannya pun cukup mudah yakni melalu telpon dan WhatsApp di 08111152111 atau email melalui wasdakim.kanimbogor@gmail.com.

Mardiyanto mengatakan, bahwa selanjutnya pihaknya akan me-review tentang bagaimana hasil sosialisasi tersebut terhadap masyarakat terkait peran serta dalam mengawasi orang asing.

Baca: Tumpahkan Kopi Mahal Pesanan Customer Di Tengah Jalan, Ini Balasan yang Diterima Driver Ojek Online

"Himbauannya kepada maayarakat ya minta peran serta masyarakat, tanpa itu Imigrasi tidak akan bekerja secara optimal dalam pengawasan orang asing. Masyarakat adalah garda terdepan dalam pengawasan orang asing," ungkapnya.

Kegiatan sosialisasi dilakukan di dua desa di Kecamatan Cisarua, yaitu Desa Cibeureum dan Leuwimalang.(*)

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help