TribunBogor/

Puluhan Mahasiswa IPB Ikuti Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) 2017 di Pulau Semau

Peserta ENJ 2017 ini berasal dari berbagai Program Studi (Prodi) yang kemudian disatukan melalui serangkaian seleksi internal kampus.

Puluhan Mahasiswa IPB Ikuti Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) 2017 di Pulau Semau
Humas IPB
Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) 2017 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sebanyak 21 mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) peserta Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) 2017 dan satu pendamping telah menorehkan sejuta kisah tak terlupakan di wilayah timur Indonesia, yaitu Nusa Tenggara Timur, pada tanggal 6-22 Oktober 2017.

Peserta ENJ 2017 ini berasal dari berbagai Program Studi (Prodi) yang kemudian disatukan melalui serangkaian seleksi internal kampus. Ekspedisi tahun 2017 ini merupakan tahun ketiga dilakukan di IPB.

Peserta berangkat dari kampus IPB Dramaga menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan kemudian mendarat di Kupang, NTT. Perjalanan melewati tanah kapur berwarna putih dan di bawah terik panas matahari wilayah timur Indonesia dari Kupang hingga Pulau Semau pun ditempuh dengan semangat jiwa muda yang dimiliki oleh para peserta ENJ 2017 dari IPB.

Tema pada ekspedisi ini adalah “Bersama Membangun Negeri”.

Rangkaian kegiatan yang dijalani selama ekspedisi terdiri dari empat program utama yaitu kesehatan, pendidikan, penelitian, dan kesejahteraan masyarakat.

Sesampainya di Pulau Semau, para peserta melakukan sosialisasi tentang pentingnya pendidikan melalui permainan Jantra yang merupakan hasil Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Danang, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB; pembuatan taman baca; cerdas cermat; serta sosialisasi ke SD, SMP, SMA yang ada di Pulau Semau.

Selain itu, penanaman 100 bibit buah naga serta edukasi pemilahan sampah organik dan non organic bersama masyarakat daerah pun turut mewarnai kegiatan ENJ 2017.

“Di sini terdapat satu dusun pesisir yang disebut Oesland yang penduduknya didominasi oleh muslim. Mata pencaharian utamanya adalah nelayan dan petani. Selain itu, daerah ini merupakan penghasil rumput laut terbesar, tetapi sekarang mulai tergantikan oleh Bali, karena terjadi penurunan kualitas produk dianatarnya terlalu lama tersimpan, tidak didistribusikan,” terang Rozzaq, peserta dari Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB.

Sementara itu, Didit Abdillah dari Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK IPB mengatakan, dahulu masyarakat Semau sangat tertutup dan terbilang mistik.

Listrik baru mengalir ke daerah ini satu tahun yang lalu dan baru sekira lima tahunan ini masyarakat Semau mulai membuka diri untuk menerima tamu dari luar.

Sebuah kehormatan bagi kami bisa berbagi ilmu dengan mereka.

“Ekspedisi Nusantara Jaya merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh Kemenko Bidang Kemaritiman yang dijalankan sejak masa pemerintahan Presiden Jokowi. Kegiatan ekspedisi ini diikuti oleh 35 perguruan tinggi. Maksud kegiatan tersebut adalah untuk mengenalkan potensi budaya dan pariwisata Indonesia, menggali potensi pribadi, melatih kepemimpinan, melatih kepedulian sosial, peningkatan bela negara, dan peningkatan kecintaan terhadap NKRI,” jelas Afifah Hasna, peserta dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH)
IPB.

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help