TribunBogor/
Home »

Metro

Marak Penyelundupan Komoditas Pangan, Barantan Gandeng TNI - Polri

masih maraknya penyelundupan komoditas pangan strategis seperti beras, jagung, gula, bawang merah, rempah dan daging.

Marak Penyelundupan Komoditas Pangan,  Barantan Gandeng TNI - Polri
tribunnnewsBogor.com/ Lingga Arvian Nugroho
Seminar Ketahanan pangan BARANTAN, TNI dan Polri 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAHSAREAL - Badan Karantina Pertanian (Barantan) bekerjasama dengan TNI - Polri untuk mengawal ketahanan pangan.

Kerjasama yang sudah dimulai sejak 2015 dan 2016 itu pun diharapkan bisa memperkuat sinergi dilapangan antara prajurit TNI - Polri dengan petugas Karantina.

Untuk terus meningkatkan kerjasama, Brantan dan TNI - Polri mengadakan Evaluasi Kerjasama Barantan Polri - TNI AD dan TNI AL di Hotel Sahira Jalan Ahmad Yani, Rabu (6/11/2107).

Kepala Barantan, Banun Harpini menyampaikan bahwa saat ini pihaknya berkonsentrasi terhadap pengawasan di zona rawan kekurangan pangan.

Kondisi tersebut dikarenakan masih maraknya penyelundupan komoditas pangan strategis seperti beras, jagung, gula, bawang merah, rempah dan daging.

Pada kegiatan evaluasi kerjasama Barantan dengan POLRI dan TNI, Kepala Barantan menyampaikan bahwa perjanjian kerja sama ini telah memberikan hasil yang positif dalam menekan dan mengurangi upaya pemasukan ilegal komoditas pangan strategis khususnya di zona rawan.

“Kita ingin mewujudkan Indonesia berdaulat di bidang pangan tentunya harus dijaga dan dikawal oleh seluruh masyarakat dan komponen bangsa” jelas Banun Harpini.

Banun berharap evaluasi kerjasama tersebut kedepan dapat mengantisipiasi hal-hal yang menjadi hambatan.

Caranya adalah dengan peningkatan kemampuan prajurit TNI dan Polri untuk mengenal dan mengakses SIPAKAR (Sistem Panduan Karantina).

"Iya seperti penegakan hukum terhadap pelaku atau pelanggar hukum, masih terjadi rembesan hasil penyelundupan hingga ke pusat distribusi pangan utama di Jakarta serta perlunya dukungan di tempat rawan seperti di Tanjung Balai Asahan, Aceh, Kepulauan Riau, Sebatik, Skouw dan lain-lain," katanya.

Pada kegiatan evaluasi kerjasama Barantan dengan TNI dan POLRI turut hadir Asisten Operasi Kapolri, Asisten Teritorial KASAD dan Asisten Operasional KASAL.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help