Selamatkan Hutan Mangrove, PT Indocement Raih Platinum CSR Award 2017

Produsen semen Tiga Roda ini pun mendapatkan penghargaan tingkat Platinum dalam ajang 'Indonesia CSR Award 2017'

Selamatkan Hutan Mangrove, PT Indocement Raih Platinum CSR Award 2017
Istimewa
CSR PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mendapatkan Platinum dalam ajang Indonesia CSR Award 2017 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CITEUREUP - Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk terbilang sukses untuk menyelamatkan hutan mangrove yang belakangan mulai terkikis oleh aksi penebangan liar.

Produsen semen Tiga Roda ini pun mendapatkan penghargaan tingkat Platinum dalam ajang 'Indonesia CSR Award 2017' di Balai Kartini Jakarta pada akhir november lalu.

CSR Division Manager, Sahat Panggabean menuturkan, penghargaan yang saat ini diraih oleh Tiga Roda setelah melekaukan pelestarian hutan mangrove yang berada di wilayah Desa Langadai, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Sahat melanjutkan, pada tahun 2012 pihaknya bersama akademisi di wilayah Kalimantan Selatan melakukan pencegahan pembalakan liar Pohon Mangrove.

Ia melanjutkan, penghargaan yang saat ini diraih tidak semata-mata hanya ingin mendapat pengakuan dari stakeholders, namun bertujuan mendorong tercapainya kemandirian dalam bermasyarakat yang akhirnya menciptakan suatu kehidupan bermutu bagi generasi mendatang.

"Masyarakat juga diedukasi dengan mengetahui pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut dan manfaat Pohon Mangrove sebagai bagian dari peningkatan perekonmian masyarakat," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima TribunnewsBogor.com, Rabu (6/12/2017)

Tak hanya itu, sambungnya, masyarakat desa setempat pun diberikan edukasi yang bisa meningkatkan perekonomian warga setempat dengan berbagai penyuluhan dan pemanfaatkan mangrove menjadi nilai ekonomis.

"Hasil olahan Mangrove seperti sirup dan sabun dapat meningkatkan pendapatan masyarakat serta menginisasi pengembangan ekonomi kreatif masyarakat berbasis lingkungan," imbuhnya.

Bahkan, kata dia, saat ini pihaknya juga sedang merancang perencanaan wilayah hutan Mangrove sebagai area pelepas-liaran satwa langka Bekantan yang sebelumnya telah diselamatkan dan mendapat perawatan di IWEC (Indocement Wildlife Education Center).

Menurutnya, pada saat itu wilayah tersebut menjadi rentan akan intrusi air laut atau peristiwa perembesan air laut ke tanah daratan yang menyebabkan air di daratan menjadi payau.

"Karena lokasinya yang cukup dekat dengan salah satu pabrik Indocement, sehingga kami tergerak untuk mencegah terjadinya bahaya tersebut," tandasnya(*)

Penulis: Damanhuri
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help