TribunBogor/
Home »

Metro

Sepanjang 2017 Barantan Gagalkan Penyelundupan Barang Sebanyak 92 Ton

sepanjang tahun 2017 pihaknya bersama Polri sudah mengagalkan 40 kali pengiriman komoditas ilegal.

Sepanjang 2017 Barantan Gagalkan Penyelundupan Barang Sebanyak 92 Ton
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Sepanjang tahun 2017 Barantan bersama Polri sudah 40 kali menggagalkan pengiriman komoditas. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TAMAH SAREAL - Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian bekerjasama dengan TNI dan Polri bekerjasama dalam antisipasi adanya penyelundupan barang karantina ilegal dari jalur perbatasan.

Kerjasama tersebut terbukti menghasilkan hal positif dengan adanya penggagalan penyelundupan komoditas ilegal.

Kepala Barantan, Banun Harpinu mengatakan, bahwa sepanjang tahun 2017 pihaknya bersama Polri sudah mengagalkan 40 kali pengiriman komoditas ilegal.

"Komoditas strategis yang kita amankan adalah daging, beras, bawang dan unggas, dari 40 kali penindakan itu kita sita 92 ton," ujarnya usai kegiatan Evaluasi Kerjasama Barantan TNI-Polri di Hotel Sahira Bogor, Rabu (6/11/2017).

Baca: Selamatkan Hutan Mangrove, PT Indocement Raih Platinum CSR Award 2017

Bukan hanya itu bersama TNI AD pihaknya juga berhasil melakukan 11 kali penindakan sejak Januari hingga November 2017 dengan volume komoditas sebanyak enam ton.

Selain itu bersama begitu juga TNI AL Barantan sudah melakukan sebanyak 10 kali penindakan dengan volume tangkapan 102 ton.

Banun juga mengatakan bahwa bersama TNI-Polri pihaknya memperketat pengawasan pada area perbatasan yang rawan penyelundupan komoditas pangan strategis

Baca: Dishub Kota Bogor Bakal Siapkan Jalur Khusus Koper Di JPO Ini

"Yang utamanya itu seperti beras, jagung, gula, bawang merah, daging dan rempah-rempah, karena penyelundupan bahan pangan strategis itu dapat mengganggu target swasembada pangan nasional," katanya.

Ia juga menjelaskan selain menggalkan penyelundupan, pihaknya juga fokus pada adanya kemungkinan barang ilegal yang masuk tersebut membawa bibit-bibit penyakit.

"Ancaman ketahanan pangan nasional bukan hanya dari pergadangan global dan serangan hama penyakit hewan serta tumbuhan, namun juga berasal ancaman bio terorisme, bio safety, agro terorisme, biosecurity dan juga ancaman perdagangan ilegal satwa dan tumbuhan endemis Indonesia," jelasnya.(*)

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help