TribunBogor/
Home »

Metro

Biar Gak Jadi Tempat Mojok, JPO Kota Bogor Bakal Dipasang CCTV

Selama ini diketahui JPO tersebut sering dipakai menjadi tempat mangkal anak jalanan dan gelandangan.

Biar Gak Jadi Tempat Mojok, JPO Kota Bogor Bakal Dipasang CCTV
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Keberadaan spanduk di JPO Jalan Veteran inilah yang disebut Dishub Kota Bogor jadi penyebab anak muda asyik mabuk-mabukan. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Beberapa jembatan penyebrangan orang (JPO)  di Kota Bogor luput dari pengawasan petugas kebersihan dan Satpol PP Kota Bogor.

Salah satunya JPO di Jalan Veteran, Kota Bogor.

Selama ini diketahui JPO tersebut sering dipakai menjadi tempat mangkal anak jalanan dan gelandangan.

Bukan hanya itu JPO tersebut diduga juga dipakai untuk pesta miras dan anak muda mojok alias berpacaran.

Terkait kondisi JPO di Jalan Veteran, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor akan memasang kamera pengawas atau CCTV.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Teknik Prasarana Dishub  Kota Bogor Adhi Bagus.

Baca: Bocah Tuna Netra Dipaksa Mengemis di Jalan, Pria Disampingnya Bikin Geram

"Tahun depan kita punya program pemeliharaan khusus JPO, jadi nanti fasilitas JPO akan ditambahkan, seperti CCTV untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kemudian akan dibuat juga jalan khusus untuk pejalan kaki yang membawa koper, agar mempermudah ketika melewati JPO," katanya usai meninjau JPO di Jalan Veteran, Kamis (7/12/2017).

Sementara itu terkait pengawasan Adhi menyerahkan tanggungjawab ke Bapenda dan Satpol PP Kota Bogor.

"Untuk spanduk dan reklame itu kewenangan Bapenda, sedangkan pengawasan dan penertibannya oleh Satpol PP, kalau kita hanya menjaga dan merawat JPO dalam hal bentuk fisik atau bangunannya, tidak diluar itu," ujarnya.

Baca: Bersihkan JPO, Dishub Sebut Spanduk dan Reklame Ini yang Jadi Penyebab Anjal Bebas Mabuk-mabukan

Adhi mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penertiban reklame dan spanduk tersebut.

"Tadi saya sudah berkoordinasi langsung dengan Bapenda terkait perijinan dan masa berlakunya, jadi, saya minta spanduk dan reklame yang dipasang ini untuk segera di tertibkan, agar sama seperti JPO yang berada di Jalan Kapten Muslihat," katanya.

Nantinya kata Adhi pada tahun 2018 tidak boleh lagi ada reklame dan spanduk yang dipasang di JPO.(*)

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help