TribunBogor/
Home »

Metro

Pilkada Kota Bogor 2018

Dianggap Tak Penuhi Syarat, Pasangan Ade-Linda Gugat KPU Kota Bogor

Sidang perdana gugatan pasangan calon ini pun berlangsung di Kantor Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kota Bogor, Kamis (7/12/2017).

Dianggap Tak Penuhi Syarat, Pasangan Ade-Linda Gugat KPU Kota Bogor
tribunnnewsBogor.com/ Muhammad Afkar Sarvika
Pasangan Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Bogor, Ade Mashudi dan Linda Darlinah 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Tidak menerima atas hasil perhitungan verifikasi dokumen syarat dukungan, Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bogor dari jalur perseorangan atau independen, Ade Mashudi dan Linda Darlinah menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor.

Sidang perdana gugatan pasangan calon ini pun berlangsung di Kantor Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kota Bogor, Kamis (7/12/2017).

Dalam sidang tersebut, pasangan Ade - Linda menyampaikan berkas gugatan kepada Panwaslu.

Ketua Panwaslu Kota Bogor, Yustinus Elia Mau menjelaskan, pasangan Ade Mashudi dan Linda Darlinah tidak menerima atas keputusan yang dikeluarkan KPU yang menyatakan bahwa pasangan ini tidak memenuhi syarat dukungan.

"Tadi kita berikan waktu untuk menyampaikan pengaduannya. Jadi sidang ini hanya proses penyampaian berkas pengaduan dari pemohon," ujar Yustinus kepada wartawan.

Dikatakannya bahwa setelah dilakukannya sidang perdana, maka akan ada sidang selanjutnya yang dilaksanakan pada Sabtu (9/12/2017) besok.

"Agendanya jawaban dari KPU Kota Bogor akan dilaksanakan pukul 10.00 WIB pagi," katanya.

Sementara itu di tempat yang sama, Ade mengatakan, pihaknya masih belum menerima dengan hasil pleno KPU tentang penetapan jumlah syarat dukungan yang serahkan pasangan Ade dan Linda dalam Pilkada Kota Bogor 2018 mendatang.

"Tadi di sidang kami sampaikan bahwa hasil dari KPU tidak sesuai dengan data yang kami upload ke Sistim Informasi Pencalonan (Silon) yang sudah mencukupi kouta minimal yang diminta KPU Kota Bogor," ungkap Ade didampingi calon wakilnya Linda Darlinah.

Dia melanjutkan bahwa, pihaknya telah menyerahkan dokumen syarat dukungan berjumlah 51.048 suara.

Namun, kata dia, hasil perhitungan verifikasi yang dilakukan KPU untuk jumlah dukungan (B1-KWK) 46.593, sedangkan KTP 43.075.

"Hasil dari KPU sangat jauh. Ada beberapa di kelurahan yang miss di dukungan dan miss KTP, bahkan ada yang nol samasekali. Saya merasa ini tidak masuk akal karena kita melakukan print out dari server kita sudah sesuai. Inilah dasar gugatan kami di Panwaslu," tuturnya.

Pihaknya pun berharap agar Panwaslu dan KPU menemukan kesepakatan, kemudian membatalkan keputusan KPU tentang hasil perhitungan verifikasi dokumen syarat dukungan.

"Kami berharap juga lolos karena data yang diserahkan sudah cukup," tandasnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help