Hakim Novanto Sebut Prapradilan Gugur Jika Jaksa Mulai Bacakan Dakwaan

Kusno mengatakan, pemeriksaan pokok perkara dimulai dengan pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum.

Hakim Novanto Sebut Prapradilan Gugur Jika Jaksa Mulai Bacakan Dakwaan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua DPR Setya Novanto berjalan meninggalkan ruang sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Senin (7/12/2015) petang, usai mengikuti sidang kode etik di Kompleks Parlemen Jakarta. Setya Novanto menjalani sidang MKD secara tertutup terkait pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden oleh dirinya. 

"Kalau memang sudah ditentukan kapan hari sidang, kapan pelimpahan, besok kalau perlu diajukan bukti itu. Jadi tidak ada perdebatan di belakangan hari," kata dia.

Baca: Cerita Pelakor Dijebak Istri Sah, Pura-pura Setuju Eh Endingnya Dibikin Malu Habis-habisan

Setelah itu, berdasarkan jadwal yang ditetapkan bersama antara pengacara Novanto, KPK, dan hakim, pada Senin (11/12/2017) akan mulai pemeriksaan saksi.

Pihak Novanto akan menghadirkan tiga saksi dan ahli pada Senin.

Keesokan harinya, giliran KPK menghadirkan lima saksi dan ahli.

Rencananya, hakim akan membacakan putusan pada Kamis (14/12/2017) petang atau Jumat (15/12/2017) pagi.

"Supaya tidak ada pikiran hakim tergesa-gesa memutus atau juga menyatakan hakimnya dilambat-lambatkan. Jadi saya ingatkan supaya kita fair dalam sidang ini," kata Kusno.

Baca: Foto Keluarga Ini Awalnya Bikin Merinding, Coba Perhatikan Wanita Berkerudung Hitam

KPK kembali menetapkan Novanto menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP.

Berkas perkaranya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jakarta.

Halaman
123
Editor: Soewidia Henaldi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help