TribunBogor/

Keputusan Trump Akui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel Tuai Kemarahan Para Pemimpin Negara

Banyak yang merasa langkah pemerintah AS tersebut mengancam stabilitas di seluruh wilayah

Keputusan Trump Akui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel Tuai Kemarahan Para Pemimpin Negara
Kompas.com/AFP/Marina Passos
Foto arsip yang diambil pada 11 Januari 2010 menunjukkan pemandangan udara Kota Tua Yerusalem. (AFP/Marina Passos) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel menuai kemarahan dari para pemimpin dunia.

Banyak yang merasa langkah pemerintah AS tersebut mengancam stabilitas di seluruh wilayah, dan menghancurkan prospek pencapaian perdamaian antara Israel dan Palestina.

Pemerintah AS juga akan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Dilansir dari Al Jazeera, Kamis (7/12/2017), berikut beberapa negara yang bereaksi terhadap keputusan Trump.

Presiden Lebanon, Michel Aoun, menyebut keputusan AS mengancam proses perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

Pemerintah Yordania, menganggap keputusan tersebut ilegal.

"Keputusan tersebut mengawali status final dari negoisasi yang dapat memicu kemarahan, dan mengobarkan emosi umat Islam dan Kristen di seluruh negara Arab dan Islam," kata juru bicara pemerintah Yordania, Mohammad Al Momani.

Israel menduduki Jerusalem Timur pada akhir Perang 1967 dengan Suria, Mesir, dan Yordania, yang menempatkan seluruh kota di bawah kendali Israel secara de facto.

Masyarakat internasional tidak pernah mengakui klaim Israel atas seluruh Jerusalem.

Menteri Luar Negeri Qatar, Sheik Mohammed bin Abdulrahmanmengatakan. keputusan Trump merupakan hukuman mati bagi semua orang yang mencari kedamaian.

Warga Palestina menginginkan Jerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka. Sementara, Israel bersikeras kota ini adalah ibu kota yang bersatu, dan tak dapat dibagi.
Halaman
12
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help