TribunBogor/

Warga Mampu Jangan Ikut Antre Beli Gas 3 Kg !

masyarakat kalangan mampu juga diharapkan tidak ikut menggunakan gas tiga kilogram.

Warga Mampu Jangan Ikut  Antre Beli Gas 3 Kg !
tribunnnewsBogor.com/ Muhammad Afkar Sarvika
warga antre gas 3 Kg 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Seiring dengan operasi pasar dan penambahan pasokan yang terus dilakukan, Pertamina berharap pasokan gas tiga kilogram mencukupi untuk masyarakat.

Namun di sisi lain, masyarakat kalangan mampu juga diharapkan tidak ikut menggunakan gas tiga kilogram.

Menurut Unit Manager Communication and Relations Pertamina Jawa Bagian Barat, Dian Hapsari Firasati, jika masyarakat yang mampu turut menggunakan gas tiga kilogram maka dikhawatirkan gas tersebut menjadi tidak tepat sasaran.

Sebab, kata dia, LPG tiga kilogram adalah barang subsidi, sehingga penggunaannya ada kuota dari pemerintah.

"Sesuai tulisan yang ada pada tabung, LPG tiga kilogram atau gas melon hanya untuk masyarakat tidak mampu. Makanya kami berharap masyarakat yang mampu, apalagi bisnis yang sudah maju, agar tidak menggunakan gas melon namun beralih ke LPG non subsidi,” ujarnya dalam siaran lers yang diterima TribunnewsBogor.com, Kamis (6/12/2017).

Seperti diketahui, Pertamina telah melakukan operasi pasar sejak Senin (4/12/2017) kemarin di sejumlah wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, Depok, Priangan Timur, Kota dan Kabupaten Sukabumi dan dilanjutkan hingga hari ini.

Selain itu penambahan pasokan juga dilakukan di beberapa daerah seperti di DKI Jakarta, Bandung, Cimahi, Sumedang dan Tangerang.

Dian melanjutkan, pantauan di sejumlah lokasi hingga hari ini sudah terpantau lebih kondusif.

"Seperti di wilayah Tambora yang sebelumnya ramai diberitakan sulit mendapat LPG tiga kilogram, saat ini sudah pulih kembali. Hal ini terlihat di Pangkalan di Duri Utara I, Tambora dimana hanya beberapa masyarakat yang menukarkan tabungnya," jelasnya.

Dia menambahkan, Pertamina telah melakukan operasi pasar dan penambahan pasokan secara bervariasi antara 20% hingga 60% di wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help