Aksi Bela Palestina, Momentum Satukan Umat dan Boikot Amerika

dalam catatan sejarah kemerdekaan Indonesia negara-negara Arab termasuk bangsa Palestina yang pertama kali mengakui kemerdekaan kita.

Aksi Bela Palestina, Momentum Satukan Umat dan Boikot Amerika
Tribunnews.com/Dennis Destryawan
Aksi bela Palestina 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menilai besarnya gelombang aksi massa dalam satu bulan ini terkait keputusan Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, menunjukkan begitu besar cinta dan solidaritas rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina.

Seperti aksi bela Palestina yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kawasan Monas pada hari ini menurutnya merupakan kecaman dan kemarahan atas klaim sepihak Amerika tersebut.

"Jangan tanyakan cinta dan solidaritas rakyat Indonesia untuk kemerdekaan Palestina."

Baca: 5 Artis Ini Ikut Aksi Bela Palestina di Monas, Pesan Dari Nomor 2 Menyayat Hati

"Aksi hari ini menjadi momentum mengukuhkan solidaritas kemerdekaan Palestina tersebut sekaligus dukungan atas seruan MUI untuk memboikot (produk) Amerika jika tidak segera membatalkan klaim Yerusalem sebagai ibukota Israel," kata Jazuli, Minggu, (17/12/2017).

Anggota Komisi I tersebut mengaku bangga dan mengapresiasi aksi yang dipimpin MUI hari ini mampu menyatukan berbagai ormas dan berbagai elemen rakyat untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina yang tertindas akibat penjajahan Israel.

"Kita merasakan betapa pahitnya dijajah ratusan tahun. Untuk itu kita berkomitmen membebaskan Palestina dari penjajahan Israel karena satu-satunya bangsa yang belum merdeka ialah Palestina," katanya.

Apalagi menurutnya, dalam catatan sejarah kemerdekaan Indonesia negara-negara Arab termasuk bangsa Palestina yang pertama kali mengakui kemerdekaan kita.

Baca: Tertibnya Peserta Aksi Bela Palestina Menjaga Rumput Monas

Dukungan Palestina ini diwakili oleh mufti besar Palestina, Muhammad Amin Al-Husaini yang secara terbuka mengucapkan selamat atas kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, Jazuli berharap agar Amerika Serikat berhenti membuat kekacauan dunia dengan sikapnya yang mengabaikan upaya mewujudkan perdamaian dunia khususnya di Palestina.

"Amerika harus memahami prinsip-prinsip perdamaian dunia. Sebagai negara besar Amerika seharusnya mampu memainkan peran perdamian, menjadi wasit dalam setiap persoalan konflik dan pertikaian dunia, bukan justru menciptakan konflik dan mendukung penjajahan seperti sikapnya saat ini," katanya.(Taufik Ismail)

Editor: Soewidia Henaldi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help