Home »

Bogor

Sudah Dipungut Retribusi Setiap Hari, Tumpukan Sampah di Pasar Cibinong Bikin Pedagang Rugi

Tak hanya pedagang sayuran, para pedagang pakaian yang berjualan di pasar Cibinong pun mengeluhkan tumpukan sampah tersebut.

Sudah Dipungut Retribusi Setiap Hari, Tumpukan Sampah di Pasar Cibinong Bikin Pedagang Rugi
tribunnnewsBogor.com/ Damanhuri
pedagang di Pasar Cibinong protes sampah menumpuk tak diangkut 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Sejumlah pedagang pasar cibinong, Kabupaten Bogor saat ini mengeluhkan tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut oleh petugas kebersihan, Kamis (21/12/2017)

Hamid (38) salah seorang pedagang sayuran mengaku kesal lantaran sampah di tempatnya berjualan belum juga diangkut hingga mengeluarkan bau busuk hingga ke area pasar.

Padahal, sambung Hamid, retribusi untuk kebersihan dan keamanan rutin bayar oleh pedagang kepada petugas yang berkeliling setiap harinya.

Sehari para pedagang harus membayar Rp 7.500 untuk kios dan Rp 6000 untuk pedagang yang memiliki los.

"Retribusi diminta setiap hari, tapi sampah sudah sebulan tidak diangkut," keluhnya kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (21/12/2017).

Tak hanya pedagang sayuran, para pedagang pakaian yang berjualan di pasar Cibinong pun mengeluhkan tumpukan sampah tersebut.

"Konsumen juga jarang yang datang, karena memang kondisinya kumuh dan bau sehingga pengjung tidak byaman saat berada dipasar," kata Tikawati seorang pedagang pakaian.

Ia berharap, sampah yang sudah menggunung tersebut segera diangkut oleh petugas agar masyarakat dan pedagang merasa nyaman saat berada di pasar cibinong.

"Kalau seperti ini terus kami yang rugi, iuran dibayar rutin tapi sampah tetap dibiarkan saja," tandasnya.

Sementara itu, pedagang yang sudah kesal pun membuat berbagai tulisan disekitar lokasi tumpukan sampah.

Salah satunya tertulis 'ini pasar apa tempat sampah'.

Penulis: Damanhuri
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help