Ternyata Bangunan Di vatikan Selalu Dicat dengan Susu, Ini Alasannya

Sejak 1484 atau sejak Istana Belvedere dibangun, para staf Vatikan telah melapisi dinding dengan susu yang dicampur jeruk nipis.

Ternyata Bangunan Di vatikan Selalu Dicat dengan Susu, Ini Alasannya
architectural digest
Vatikan 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Dalam dunia yang berubah dari hari ke hari sebagai hasil pembaruan teknologi, ada beberapa hal tidak berubah selama lebih dari 500 tahun.

Di Vatikan, susu masih digunakan untuk mengecat ulang dinding eksterior museum yang menyimpan karya seni berharga, Istana Belvedere.

Sejak 1484 atau sejak Istana Belvedere dibangun, para staf Vatikan telah melapisi dinding dengan susu yang dicampur jeruk nipis.

Para pekerja Vatikan selalu menerapkan susu di dinding karena terbukti dapat bertahan lebih baik daripada metode cat paling modern.

Dalam misi Paus Fransiskus untuk menjalani gaya hidup yang lebih berkelanjutan, susu tersebut diproduksi oleh sapi-sapi yang dibesarkan di tempat tinggal musim panas kepausan di dekat Roma.

Selain pengecatan dengan susu, metode unik lainnya juga diterapkan dalam hal pembersihan secara non-invasif. Metode ini pun dilakukan pada patung-patung di sekitar Vatikan.

Hampir 600 patung dari marmer di dalam dan sekitar taman Vatikan dibersihkan dengan campuran minyak esensial termasuk lavender, oregano, dan thyme.

Mirip dengan susu yang digunakan di dinding, minyak bersumber dari tanaman organik di Sisilia.

Dengan menambahkan tema manusiawi yang ditekankan ke seluruh Vatikan, markas besar Gereja Katolik Roma terus dibersihkan dan diperbaiki oleh staf penuh waktu yang terdiri dari sekitar 100 pria dan wanita.

Tentu saja, akan lebih hemat biaya untuk menggunakan mesin sebagai pengganti pekerja manusia, tapi itu berarti puluhan orang akan kehilangan pekerjaan mereka.

 Tampaknya bagi Vatikan, kesejahteraan para pekerjanya lebih berharga daripada emas.

(Berita ini sudah dipublikasikan di Kompas.com dengan judul Ini Alasan Vatikan Selalu Dicat dengan Susu)

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help