Prasasti Kebon Kopi di Ciampea, Batu Tapak Gajah Bukti Kejayaan Kerajaan Tarumanegara

Nama Prasasti Kebon Kopi I berawal dari para pengusaha Belanda yang ingin membuka lahan perkebunan kopi pada awal abad ke-19.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM,CIAMPEA - Prasasti Kebon Kopi I atau juga dikenal dengan Prasasti Tapak Gajah merupakan salah satu bukti sejarah tentang keberadaan Kerajaan Tarumanegara.

Wilayah kekuasaan kerajaan ini meliputi Jakarta, Bogor, Banten dan hampir seluruh bagian Barat pulau Jawa.

Di wilayah Ciaruteun, Ciampea, Kabupaten Bogor paling tidak ada 2 prasasti ditemukan.

Prasasti Kebon Kopi I atau Prasasti Tapak Gajah merupakan salah satunya.

Nama Prasasti Kebon Kopi I berawal dari para pengusaha Belanda yang ingin membuka lahan perkebunan kopi pada awal abad ke-19.

Tak sengaja saat membuka lahan, ternyata ditemukan batu prasasti tersebut.

Nama lainnya yaitu Prasasti Tapak Gajah merujuk pada dua bentuk pahatan yang menyerupai Tapak Gajah yang ada di prasasti tersebut. Di tengahnya terdapat sebaris Aksara Pallawa.

Dilihat dari bentuknya Prasasti Kebon Kopi I bisa dibilang tidak ada yang istimewa.

Kalau tidak ada aksara Pallawa dan dua pahatan Tapak Gajah di atasnya, maka prasasti ini tidak ada bedanya dengan batu kali biasa.

Ukuran prasati ini kurang lebih 1-2 meter dan tingginya 50cm. Kedua Tapak Gajah bisa dilihat pada permukaan batu. Di tengahnya terdapat barisan aksara Pallawa yang tertulis kurang lebih seperti ini " JAYAVISALASYA TARUMENDRASYA HASTINAH
AIRWAVATABHASYA VIBHATIDAM PADADVAYAM "

Arti dari kalimat tersebut adalah  "Di sini nampak tergambar sepasang telapak kaki yang seperti Airawata, gajah penguasa Taruma yang agung dalam dan kejayaan".

(Magang/Muhamad Rizki Alhakim)

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help