Satu Keluarga Dibantai di Aceh, Status Terakhir Pelaku di Medsos Bikin Ngeri, Ini 6 Faktanya

pelaku pembunuhan diduga adalah pegawainya yang baru sebulan bekerja di ruko milik korban

Satu Keluarga Dibantai di Aceh, Status Terakhir Pelaku di Medsos Bikin Ngeri, Ini 6 Faktanya
Serambi Indonesia
Pelaku (kiri) pembunuhan sekeluarga di Banda Aceh 

Usai membunuh korban, pelaku ternyata berusaha kabur dan ingin meninggalkan tanah Sumatera.

Namun hal itu digagalkan dan polisi berhasil menahannya saat di Bandara Kualanamu.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP Taufiq dalam laporannya menjelaskan, proses pengejaran pelaku dilakukan sejak Selasa (9/1/2018) sekira pukul 02.00 WIB.

Saat bersamaan, tim Polresta Banda Aceh sedang melakukan identifikasi dan evakuasi mayat Tjie Sun alias Asun (48), Minarni (40), dan seorang anak bernama Callietos NG (8).

"Sekira pukul 02.00 WIB malam itu, tim melakukan penyelidikan dan mendapat informasi, bahwa pelaku berada di Gampong Johan Pahlawan, Meulaboh, Aceh Barat. Kita langsung bergerak ke sana," kata Taufiq dikutip dari Serambi Indonesia.

Sekira pukul 09.00 WIB Selasa (9/1/2018), tim kemudian tiba di lokasi.

Baca: Merinding! Jalan-jalan Di Dalam Penjara, Pengunjung Lemas Lihat Sosok Pria Yang Tewas Dihukum Mati

Namun, Ridwan sudah lebih dulu bergerak. Hasil penelusuran, Ridwan sudah tidak lagi berada di kawasan Meulaboh, Aceh Barat.

"Kemudian kita dapat informasi lagi, pelaku sudah di wilayah Blangpidie, Abdya, kita langsung melakukan pengejaran," katanya.

Sampai di Blangpidie, ternyata pelaku dikabarkan sudah menuju ke Medan menggunakan travel umum.

"Dan sekitar pukul 12.00 WIB kita melanjutkan pengejaran lagi ke Medan," kata Taufiq.

Sekira pukul 16.00 WIB, Rabu (10/1/2018) timnya di lapangan mendapat informasi bahwa pelaku sedang berada di Bandara Internasional Kualanamu, Kecamatan Deli Serdang, Sumetera Utara.

Baca: Mantan Kekasih Dikabarkan Dekat dengan Janda Taqy Malik, Vebby Palwinta Ikutan Pakai Hijab?

"Pada pukul 18.00 WIB terduga pelaku berhasil diamankan dan dibawa ke Polres Deli Serdang," pungkas AKP Taufiq.

Selain Ridwan, polisi juga menciduk Safrizal (43), warga Desa Sekambing B Kecamatan, Medan Sunggal, Sumatera Utara.

"Namun untuk saudara Safrizal masih dalam pemeriksaan, sejauh mana keterlibatannya dalam kasus ini," kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin.

5. Status Terakhir

Berdasarkan foto-foto yang diterima, Serambinews.com menelusuri akun media sosial pelaku.

Akun facebooknya atas nama Iwan Maulana, terlihat juga aktif dan memposting cuitan dan foto-foto sejak seminggu terkahir.

Pada 1 Januari lalu, Iwan memposting foto melalui Instagram yang juga dibagikan ke akun facebook-nya.
Foto yang diposting itu terlihat hitam putih.

Facebook
Facebook ()

Dalam fotonya, ia menuliskan pesan singkat bernada ancaman.

Berikut cuitannya itu, “Aku bisa menjadi Teman Yg Baik, Sahabat Yg Baik, Pacar Yg Baik, Bahkan Musuh Yg Paling BERBAHAYA...
Tergantung Bagaimana Caramu..... memperlakukan Ku...!.

6. Aktivitas Sehari-Hari

Menurut tetangga korban, Nenana mengatakan korban sekeluarga tela mengontrak di ruko itu beberapa tahun lalu.

"Asun dan istrinya Minarti murah senyum dan mau bertegur sapa dengan warga," kata Nena, tetangga Asun.

Menurut Nena, korban dan keluarganya setiap harinya memang sibuk dengan aktivitasnya, terutama istrinya yang menunggu di rumah untuk bisnis mereka bertugas memproses bongkar muat barang grosir di ruko, sekaligus tempat tinggal bagi keluarga itu.

"Kalau Asun kebiasaannya, setiap pagi setelah mengantar anaknya ke sekolah, begitu kembali ke rukonya, dia kemudian berangkat bersama sopirnya untuk melakukan kanvas barang ke wilayah Aceh Besar. Sorenya baru pulang. Habis magrib, suami, istri beserta anaknya keluar dengan motor. Selama ini yang kami tahu mereka cari makanan," ungkap Nena.

Baca: Video Pria Tampar Wanita Rambut Pirang Ini Bikin Berang! Reaksi Ibu-ibu Di Sampingnya Tak Disangka

Untuk pekerjanya, kata Nena, yang dia ketahui pulang sore harinya.

Tapi, selama beberapa hari belakangan sebelum mayat satu keluarga itu ditemukan, tidak terlihat aktivitas apapun, termasuk tidak terlihatnya para pekerjanya yang biasanya datang pagi hari.

Penulis: Yudhi Maulana Aditama
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help