Sejarah Yakuza Ratusan Tahun Lalu, Dianggap Robin Hood dan Punya Hubungan Erat Dengan Polisi

Dengan demikian kejahatan kecil-kecilan hilang, karena kaum Yakuza tidak mau merusak hubungan mereka dengan polisi.

Sejarah Yakuza Ratusan Tahun Lalu, Dianggap Robin Hood dan Punya Hubungan Erat Dengan Polisi
anibee.tv
Yakuza 

Tepatnya 1161 orang yang terdiri dari pembunuh, penyelundup senjata, pedagang narkotika, lintah darat, penjudi dan germo.

Kadang-kadang polisi itu menepuk-nepuk jubah hitam para pengawal boss itu. Namun saat itu mereka benar-benar diliputi suasana duka.

Dalam rumah duka, tamu-tamu antre melewati peti besar yang pada bagian dekat kepala diberi "jendela" kecil. Melalui lubang ini beberapa orang mencium mulut jenazah yang sudah dingin itu.

"Tsumi o nikunde, hito o nikumazu,” kata orang Jepang. "Kutuklah perbuatannya, jangan orangnya". Bangsa Jepang memang menganut moral tersendiri.

Kesalahan bukan terhapus oleh penyesalan melainkan dengan dilupakan. Menurut kepercayaan agama Shinto, kehidupan berakhir dalam sebuah lubang hitam.

Setelah itu tidak perlu lagi memikirkan kesalahan-kesalahan untuk dipertanggungjawabkan pada Pengadilan Akhir Dunia.

Siapapun dia, apakah direktur sebuah perusahaan besar ataupun pemimpin gangster, apapun yang dilakukannya, mereka lakukan itu untuk perusahaan yang dipimpinnnya, entah itu perusahaan mobil ataupun kekerasan.

Bapak Yakuza pertama adalah Banzuin Choberi. Empat ratus tahun yang lampau, bersama dengan anak buahnya dia melindungi para orang kaya di desa nelayan Edo (Tokyo sekarang) dari perampok dan pembunuh.

Untuk itu dia menerima imbalan uang yang besar dan dianggap semacam Robin Hood. Bahkan di abad ke-18, pemerintah Jepang mengangkatnya sebagai semacam pembantu polisi.

Setiap kelompok memperoleh sebuah "shima", "pulau" dalam kota. Di daerah itu Yakuza praktis pemegang monopoli kekuasaan.

Halaman
1234
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help