TribunBogor/

Sejarah Yakuza Ratusan Tahun Lalu, Dianggap Robin Hood dan Punya Hubungan Erat Dengan Polisi

Dengan demikian kejahatan kecil-kecilan hilang, karena kaum Yakuza tidak mau merusak hubungan mereka dengan polisi.

Sejarah Yakuza Ratusan Tahun Lalu, Dianggap Robin Hood dan Punya Hubungan Erat Dengan Polisi
anibee.tv
Yakuza 

Dengan demikian kejahatan kecil-kecilan hilang, karena kaum Yakuza tidak mau merusak hubungan mereka dengan polisi.

Penduduk pun merasa aman dan kehidupan gangster digambarkan sangat romantis. Ini berlangsung hingga sekarang.

Di mana-mana pos polisi

Hirarki keras dalam keluarga besar Yakuza ini menarik bagi orang-orang yang sudah dikucilkan dari masyarakat.

Di sini mereka menemukan nilai dasar kehidupan masyarakat Jepang: Perlindungan, disiplin, setia tanpa memikirkan kepentingan diri sendiri, kalau perlu sampai mati.

"Yakuza merupakan bagian dari PT Jepang kita sekarang", kata penulis Hiroshi Kimura. "Mereka adalah anak-anak sebuah keluarga besar. Haruskah kita menyingkirkan mereka, hanya karena perbuatan mereka yang buruk?"

Takeo Miyama, kepala polisi Jepang berpandangan lain: "Bagi saya bagaimanapun mereka tetap gangster dan saya akan berusaha menangkap mereka sebanyak mungkin."

Baca: Ricky Martin Menikah, Begini 5 Foto Gantengnya Istri Pelantun Lagu Livin la Vida Loca

Bulan juni yang lalu, dengan pasukan istimewanya dia berhasil menyergap 2700 gangster, menyita 118 senjata, 74 pedang samurai dan alat-alat pembuat kerusuhan lain seharga Rp 406 juta.

Tetapi beberapa hari kemudian, kebanyakan sudah dilepaskan lagi. Ini berkat boss mereka yang menggunakan relasinya.

Menurut statistik polisi, semua ada 103.955 bandit yang terorganisir dalam 2487 kelompok. Ini terjadi di negara industri yang tingkat kriminalnya paling rendah.

Sementara di Jerman Barat yang jumlah penduduknya hanya setengah Jepang, setiap tahun terjadi sekitar 3,5 juta kejahatan. Di Jepang tidak sampai setengahnya.

Jalan-jalan di Tokyo aman. Ini bukan berkat kehebatan polisinya yang mempunyai pos penjagaan di setiap perempatan jalan, tetapi juga karena adanya rasa kesadaran yang tinggi dari tiap individunya akan tradisi menghormati pemerintah, tanggung jawab dan hormat akan keluarga.

Dari 1843 pembunuhan yang terjadi tahun lalu di Jepang sepertiganya terjadi pada Yakuza. Kebanyakan korban jatuh pada waktu terjadi perkelahian antar bandit.

(Seperti pernah dimuat di Majalah Intisari edisi Desember 1981)

(Berita ini sudah dipublikasikan di Intisari.Grid.ID dengan judul Yakuza, Kini Dianggap Gangster Kejam, Dulu Dianggap Robin Hood yang Menciptakan Hubungan Romantis)

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help