TribunBogor/

Kisah Patih Gadjah Mada Lamar Permaisuri Raja Berujung Perang, Putuskan Tinggalkan Kekuasaan

Hayam Wuruk bermaksud menjadikan puteri raja Pajajaran, Dyah Pitaloka, sebagai permaisuri dan Gadjah Mada serta pasukannya dikirim untuk melamar.

Kisah Patih Gadjah Mada Lamar Permaisuri Raja Berujung Perang, Putuskan Tinggalkan Kekuasaan
IST
Patih Gajah Mada 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kendati asal-usul Gadjah Mada belum bisa dipastikan menurut Kitab Pararaton maha patih yang mampu menyatukan seluruh kepulauan di Nusantara itu lahir sekitar tahun 1.300.

Dari cerita legenda rakyat Bali, konon Gadjah Mada tidak memiliki orang tua dan merupakan penjelmaan Sang Hiang Narajana.

Yang pasti dari sejumlah prasasti yang ditemukan para arkeolog antara daerah Malang hingga Singasari tertulis bahwa pada tahun 1321 Gadjah Mada diberitakan telah menduduki jabatan penting di Kerajaan Majapahit.

Sebelum mengabdi kepada Majapahit, semasa mudanya, Gadjah Mada dikenal sebagai pemuda yang tangkas dan pintar serta bercita-cita tinggi.

Ia bahkan mengidamkan kejayaan Singasari yang pernah runtuh bisa bangkit kembali.

Baca: Ini Kejanggalan Pada Video Mesum Mirip Marion Jola, Siapa Sebenarnya Pemilik Jam Tangan Ini?

Ketangkasan dan kepintaran Gadjah Mada rupanya telah menarik perhatian seorang Patih Majapahit.

Ia kemudian diangkat sebagai anak didik dan dijodohkan dengan puteri Sang Patih yang bernama Ni Gusti Ayu Bebed.

Gadjah Mada lalu memasuki dunia keprajuritan Majapahit dan terpilih sebagai panglima pasukan khusus pengawal raja, Pasukan Bhayangkara.

Jabatan panglima atau bekel itu berlangsung pada pemerintahan Prabu Jaya Negara (1309-1328).

Halaman
1234
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help