TribunBogor/

Hukuman Ibu Kepada Putranya Ini Mengerikan, Tangan Diikat Tubun Kecilnya Telungkup Di Aspal

Kedua tangan bocah lelaki tersebut diikat oleh sang ibu lantaran dianggap telah mencuri uang dari rumahnya sendiri.

Hukuman Ibu Kepada Putranya Ini Mengerikan, Tangan Diikat Tubun Kecilnya Telungkup Di Aspal
Viral4real
Seorang Ibu seret putranya di aspal 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Seorang anak laki-laki meraung kesakitan saat sang ibu menyeretnya di motor.

Kedua tangan bocah lelaki tersebut diikat oleh sang ibu lantaran dianggap telah mencuri uang dari rumahnya sendiri.

Tindakan yang dinilai tidak manusiawi itu dilakukan oleh seorang ibu di jalan Zhaotong, Provinsi Yunan, China.

Wanita tersebut mengikat kedua tangan putranya dan menyeretnya di aspal menggunakan sepeda motor.

Aksinya pun direkam dan diunggah ke media sosial negera setempat hingga membuat geram warganet.

Warga yang melihat aksi penyiksaan yang dilakukan seorang ibu ini sempat mencoba mengehentikan tindakannya.

Namun, wanita mengklain bahwa yang dilakukannya itu sebagai bentuk pelajaran kepada putranya.

Bocah lelaki itu pun menangis meraung-raung saat diseret oleh ibunya.

Menurut sang ibu seperti dilansir viral4real, putranya itu sudah tiga hari berturut-turut mencuri uang tabungan keluarga sebesar 2.000 RMB atau sekitar Rp 4,1 juta jika dirupiahkan.

Ia pun tidak tahu digunakan untuk apa uang sebanyak itu.

Namun, aksi sang ibu terhdapa putranya ini menuai banyak kritikan dari para pengguna medsos di situ Weibo, sebuah situs media sosial Twitter.

Menurut para pengguna medsos yang dilakukan sang ibu terlalu berlebihan hingga menyiksa anaknya sendiri.

"Ini terlalu kejam. Bisakah kita mengambil hak asuh ibu dengan menunjukkan ini kepada polisi?," ujar seorang warga berkomentar.

Namun, ada juga yang khatir jika tindkan tersebut selain dapat melukai fisik si anak juga bisa menimbulkan gangguan pada psikologinya.

"Khawatir jika anak itu akan mengalami masalah psikologis," kata warga ikut mengomentari.

Penulis: Damanhuri
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help