Buka Tutup Lapangan Sempur Dikeluhkan Warga, Ini Alasan Pemkot Bogor

rumput Lapangan Sempur perlu perawaan khusus, namun lebih murah di pembangunan, berbeda dengan sintetis

Buka Tutup Lapangan Sempur Dikeluhkan Warga, Ini Alasan Pemkot Bogor
change.org
Petisi Bebaskan Lapangan Sempur Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWABOGOR.COM, BOGOR TENGAH -  Maraknya warga yang mengeluhkan aturan buka tutup Lapangan Sempur diakui oleh Bagian Pertamanan Kota Bogor pada Dinas Perumahan dan Permukiman.

Menanggapi adanya keluhan tersebut  Kepala Seksi Pemeliharaan Taman Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor Erwin Gunawan mengatakan, rumput yang ada digunakan di Lapangan Sempur kini berbeda dengan yang dahulu.

Maka dari itu pihaknya melakukan sistem buka tutup untuk perawatan tumput lapangan.

Erwin menjelaskan untuk rumput Sempur, masa perawatannya dalam seminggu tiga sampai lima hari, jadi hanya bisa digunakan bermain Jumat sampai Minggu saja.

“Kita akui kurang sosialisasi, banyak warga yang salah paham, karena rumput yang ada sekarang beda, jenisnya rumput asli jenis bermuda, ditanam, dirawat, tumbuh dan hidup layaknya makhluk hidup, beda dengan alun-alun Bandung yang pakai sintetis," katanya.

Erwin menambahkan jenis rumput tersebut merupakan rumput dengan tekstur terbaik, menggunakan media tanam bagian atas pasir laut, dengan ketebalan kurang lebih 10 sentimeter.

Erwin menambahkan bahwa rumput Lapangan Sempur perlu perawaan khusus, namun lebih murah di pembangunan, berbeda dengan sintetis yang mudah dirawat namun mahal di pembangunan awal.

“Makanya perawatannya pun beda. Mulai dari pembersihan rumput dari sampah daun, dan sampah lainnya, pembersihan rumput dari tanaman liar, pembasmian dan penyemprotan hama, pemberian pupuk, pemangkasan, hingga penyiraman. Semua dilakukan agar tetap bagus dan rapi,” ujarnnya.

Pihaknya juga kini sedang mengkaji pembuatan papan informasi soal Lapangan Sempur, sehingga masyarakat paham soal jenis rumput dan mengapa dibatasi ketat penggunaannya.

“Akan didiiskusikan dulu teknis perawatan yang memungkinkan, dengan tenaga ahli perawatannya, agar bisa dibuka lebih sering, tapi sementara ini, masih hanya Jumat sampai Minggu saja," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved