Pilkada Kota Bogor 2018

Belum Ada Penetapan, Paslon Wali Kota - Wakil Wali Kota Masih Boleh Blusukan

selama belum ada penetapan pasangan calon (Paslon) oleh KPU Kota Bogor, para kandidat masih bisa mengenalkan diri ke masyarakat.

Belum Ada Penetapan, Paslon Wali Kota - Wakil Wali Kota Masih Boleh Blusukan
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Bima Arya - Dedie A Rachim saat daftar calon wali kota dan wakil wali kota Bogor, Rabu (10/1/2018). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Mendekati Pilkada Serentak 2018, beberapa bakal pasangan calon (Bapaslon) walikota dan walikota Bogor sudah mulai mengenalkan diri ke hadapan publik.

Padahal, masa kampanye sendiri baru akan dimulai pada 15 Februari 2018 mendatang.

Namun tak sedikit beberapa diantara Bapaslon sudah mulai melakukan blusukan ke setiap kelurahan-kelurahan di Kota Bogor.

Misalnya saja berkunjung ke suatu daerah yang terkena bencana alam.

Menurut Ketua Panwaslu Kota Bogor, Yustinus, hal tersebut merupakan hal yang wajar dan masih diperbolehkan serta tidak melanggar peraturan yang ada.

Dikatakanya, selama belum ada penetapan pasangan calon (Paslon) oleh KPU Kota Bogor, para kandidat masih bisa mengenalkan diri ke masyarakat.

"Kalau kaitannya dengan blusukan ya masih bisa sebelum penetapan paslon tanggal 12 Februari 2018 nanti, jadi kandidat bebas kemana-mana mengenalkan baik secara partai atau perseorangan," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (4/2/2018).

Dia melanjutkan bahwa, bila KPU telah menetapkan paslon walikota dan wakil walikota Bogor, maka setiap paslon tidak bisa melakukan blusukan sembarangan.

"Karena waktunya ditentukan oleh KPU, misal hari ini di kelurahan ini ada paslon A yang blusukan, kemudian di kelurahan lainnya ada paslon B," katanya.

Yustinus menambahkan, pihaknya tak segan akan memberikan sanksi tegas kepada paslon apabila melanggar ketentuan jadwal kampanye yang telah ditetapkan KPU.

"Tentu ada teguran dulu, ada mekanismenya, kalau memang tetap melanggar sanksi terberatnya bisa ke pembatalan sebagai calon," pungkasnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help