TribunBogor/

Kecelakaan Tanjakan Emen Subang

5 Pesan Terakhir Korban Tewas Di Tanjakan Emen, Minta Dibawakan Payung Sampai Mengaku Dingin

Bus yang ditumpangi rombongan anggota Koperasi Simpan Pinjam Pratama, Pamulang, Tangerang Selatan, mengalami kecelakaan di tanjakan Emen

5 Pesan Terakhir Korban Tewas Di Tanjakan Emen, Minta Dibawakan Payung Sampai Mengaku Dingin
Tribunnews.com
Warga mengangkat jenazah salah satu korban kecelakaan di Tanjakan Emen, Subang untuk dimakamkan di TPU Legoso, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (11/2/2018). Sebanyak 17 jenazah korban kecelakaan maut di Tanjakan Emen, Subang dimakamkan secara massal di pemakaman massal yang disediakan Pemkot Tangerang Selatan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kecelakaan maut di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat menyisakan pilu bagi keluarga dan sahabat.

Kenangan terakhir kali bertemu korban tewas menjadi cerita paling haru di kalangan sahabat.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan 27 orang tewas.

Bus yang ditumpangi rombongan anggota Koperasi Simpan Pinjam Pratama, Pamulang, Tangerang Selatan, mengalami kecelakaan di tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat pada Sabtu (10/2/2018).

Baca: Khodijah Tak Menyangka Lolos dari Kecelakaan Maut Di Subang, Firasat Korban 2 Hari Sebelum Tewas

TribunnewsBogor.com melansir Tribun Jakarta ada sejumlah pesan terakhir dari korban tewas yang baru disadari oleh kerabatnya.

1. Tangannya dingin

Khodijah dan rekannya, Muliyamah, dua hari sebelum kecelakaan, Jumat (9/2/2018), bertemu untuk membuat foto profil lomba Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Tangerang.

Kepada TribunJakarta.com, Khodijah mengatakan Muliyamah merasakan tangannya dingin tanpa sebab.

"Iya waktu itu dia bilang ke saya, tangan saya kok dingin ya, dia bilang juga ngerasa enggak enak," jelas Khodijah, Minggu (11/2/2018).

Halaman
1234
Penulis: Ardhi Sanjaya
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help