Banyak Berita Hoax Yang Sensitif, Ketua MUI Kabupaten Bogor Minta Warga Jangan Mudah Terprovokasi

Tak ayal, maraknya informasi hoax itu pun mendapat perhatian dari banyak pihak.

Banyak Berita Hoax Yang Sensitif, Ketua MUI Kabupaten Bogor Minta Warga Jangan Mudah Terprovokasi
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Kapolres Bogor bersama Ketua MUI serta Dandim Kabupeten Bogor saat menanggapi isu PKI di Mako Polres Bogor, Minggu (11/2/2018) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Belakangan banyak beredar informasi hoax yang membuat resah masyarakat Bogor di media sosial.

Beberapa waktu lalu beredar informasi bahwa seorang ulama di Bogor dibacok seseorang yang disinyalir Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGD) di daerah Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Padahal setelah ditelusuri pihak kepolisian, korban pembacokan tersebut bukanlah seorang ulama, melainkan petani durian.

Yang terbaru, telah beredar informasi seseorang yang dituduh menganut faham PKI dikeroyok oleh sejumlah warga di Dayeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Baca: Dituduh Penganut Paham Komunis, Pria di Bogor Diintrogasi Warga Teluk Pinang

Pihak kepolisian yang saat itu langsung melakukan penelusuran pun mengklarifikasi bahwa korban bukanlah seseorang penganut faham PKI, melainkan seorang tunawisma.

Tak ayal, maraknya informasi hoax itu pun mendapat perhatian dari banyak pihak.

Tak terkecuali Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH Ahmad Mukhri Adji.

Menurutnya, masyarakat dan umat Islam Kabupaten Bogor mesti lebih ikhtiar lagi dan hati-hati terutama dalam menghadapi kasus yang terbilang sensitif.

Baca: Dituduh PKI, Seorang Tunawisma di Bogor Dianiaya Warga

"Jadi pertama itu harus tabayyun atau klarifikasi jangan sampai salah dalam memandang, memutuskan dan menghakimi sendiri," ujarnya kepada wartawan di Mapolres Bogor.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dengan berita-berita yang tak jelas sumbernya.

"Imbauan saya kepada masyarakat, khususnya ulama dan Ustad agar jangan mudah terpengaruh dengan berita-berita yang tidak valid, cek dan Ricek lakukan klarifikasi serta jangan mudah terprovokasi Insya Allah semuanya kita ambil Hikmahnya," urainya.

"Berhati-hatilah dalam buruk sangka yaitu ucapan perkataan dan perbuatan yang sangat bohong," tambahnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved