TribunBogor/

Video soal Biaya ICU Rp 15 Juta Jadi Viral, Keluarga Pasien Malah Dilaporkan ke Polisi

Soal pembayaran Rp 15 juta per hari untuk ICU RSUD Polman, Syamsiah mengakui bahwa biaya ruang ICU memang bisa mencapai Rp 15 juta.

Video soal Biaya ICU Rp 15 Juta Jadi Viral, Keluarga Pasien Malah Dilaporkan ke Polisi
shutterstock
Ilustrasi 

“Rumah sakit tidak campur tangan terhadap perawat karena itu hak dia mau melaporkan kalau merasa namanya dicemarkan atau tidak. Itu urusan dia, kami tidak bisa campuri,” tutur Syamsiah.

Soal pembayaran Rp 15 juta per hari untuk ICU RSUD Polman, Syamsiah mengakui bahwa biaya ruang ICU memang bisa mencapai Rp 15 juta.

“Biayanya memang bisa sampai Rp 15 juta per hari bahkan lebih, tergantung peralatan yang digunakan,” ungkapnya.

Video berdurasi 1 menit 9 detik itu berisi percakapan antara dokter jaga di ruang ICU RSUD Polman dengan pihak keluarga pasien yang mempertanyakan komponen biaya ICU sehingga berjumlah Rp 15 juta.Dokter jaga menjelaskan, penggunakan oksigen di ruang ICU bisa membuat biaya mencapai Rp 15 juta per hari.

Tak takut

Pemilik akun Facebook Udhy Hsa yang dihubungi, Minggu (11/2/2018), terkait laporan para perawat ke polisi terkait videonya sudah mengetahui kabar bahwa dirinya dilaporkan ke polisi melalui keluarga yang membaca di medsos. Udhy juga mengaku sudah dihubungi petugas Polsek Campalagian terkait laporan tersebut.

Udhy mengaku merekam pengakuan dokter jaga dan mengunggah ke media sosial tersebut agar pihak berwenang merespons keluhan keluarga pasien kurang mampu yang tak sanggup membayar biaya hingga Rp 15 juta per hari seperti disampaikan dokter jaga berulang kali kepada pihak keluarga pasien.

“Petugas rumah sakit menyampaikan permintaan pembayaran Rp 15 juta per hari itu ke keluarga pasien berulang kali, bukan sekali,” tutur Udhy.

Udhy menyatakan, dia siap mempertanggungjawabkan isi atau konten video yang viral tersebut. Menurut dia, isinya tidak mengandung nada penghinaan atau pencemaran nama baik pihak tertentu.

Bagi Udhy, video yang diunggahnya itu merupakan hak publik atau hak pribadinya sebagai warga negara yang juga berhak merekam bukti percakapan yang menyangkut keluarganya.

Halaman
123
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help