TribunBogor/

Daerah Ini Larang Rayakan Valentine, Anggota KPAI : Biarkan Saja, Itu Kan Dunia Remaja

Meski belum mencakup seluruh wilayah, tapi larangan merayakan hari Valentine sudah diterapkan di beberapa daerah di Indonesia.

Daerah Ini Larang Rayakan Valentine, Anggota KPAI : Biarkan Saja, Itu Kan Dunia Remaja
blogunik.com
Tolak Valentine di Malaysia 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Meski belum mencakup seluruh wilayah, tapi larangan merayakan hari Valentine sudah diterapkan di beberapa daerah di Indonesia.

Lebih dari lima pemerintah daerah sejak Februari telah menerbitkan surat edaran tentang pelarangan tersebut.

Larangan merayakan hari kasih sayang tahun 2018 diterbitkan antara lain oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat, Kota Depok, Bondowoso, dan Blitar.

Sedangkan di Jawa Barat, larangan itu berlaku untuk 27 kabupaten dan kota.

Selanjutnya, larangan tersebut juga telah ditetapkan oleh kepala daerah masing - masing di Aceh Besar, Mataram, dan Bima.

Bahkan di Nusa Tenggara Barat (NTB), Wali Kota dan Bupati Bima memerintahkan setiap lurah dan camat di wilayah mereka untuk menyiapkan khotbah keagamaan tentang larangan Valentine.

Sementara Wali Kota Mataram, Ahyar Abduh, mengancam pelajar dan pegawai negeri yang merayakan Valentine dengan sanksi sosial pada upacara bendera atau apel pagi.

Ilustrasi
Ilustrasi (SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)

Baca: Tak Cuma Indonesia, Negara - Negara Ini Juga Larang Warganya Rayakan Valentine

Menanggapi hal tersebut, pengamat pendidikan sekaligus anggota KPAI, Retno Listyarti menyampaikan pendapatnya.

Dia mengatakan, ekses perayaan Valentine berupa perbuatan asusila di kalangan pelajar sepatutnya dicegah orang tua, bukan pemerintah.

Lagi pula, kata dia, pemerintah tidak dapat mengawasi setiap perbuatan masyarakat, terutama yang berada di ruang privat.

"Sepanjang tidak melanggar norma, biarkan saja, itu kan dunia remaja. Yang penting ada kontrol dari orang tua," tuturnya.

Retno mengatakan, dibandingkan sibuk mengurus Valentine, pemerintah seharusnya fokus pada hak pendidikan dan hak siswa untuk terbebas dari kekerasan fisik dan seksual di sekolah.

"Negara kan selama ini gagal melindungi anak di sekolah. Lebih baik memikirkan perlindungan hak anak itu. Perayaan Valentine tidak esensial," ucapnya.

Baca: Dulunya Pria Gendut, Beginilah Sosoknya Sekarang, Bikin Pangling !

Editor: khairunnisa
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help