Kecelakaan Maut Subang

Terungkap ! Sebelum Kecelakaan di Tanjakan Emen Kernet Bus Maut Sempat Lakukan Ini di Rumah Makan

setelah dilaksanakan gelar perkara Polres Subang, polisi menetapkan Amirudin (32), sopir bus maut, sebagai tersangka.

Terungkap ! Sebelum Kecelakaan di Tanjakan Emen Kernet Bus Maut Sempat Lakukan Ini di Rumah Makan
Ist
Bus kecelakaan di tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Sabtu (10/2/2018). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kecelakaan bus yang menewaskan 27 orang penumpang di Jalan Tanjakan Ciater, Subang, pada Sabtu (10/2/2018) diduga disebabkan sistem pengereman bus yang tidak berfungsi.

Kondisi itu diduga karena kelalaian sopir.

Oleh karena itu, setelah dilaksanakan gelar perkara Polres Subang, polisi menetapkan Amirudin (32), sopir bus maut, sebagai tersangka. 

Polisi juga tak menutup kemungkinan menetapkan tersangka lain dalam kasus kecelakaan ini.

Kasubdit Jamenopsrek Korlantas Polri, Kombes Pol Yohanes Didiek Dwi Prihantono mengungkap, dugaan tidak berfungsinya sistem pengereman setelah ketahui ada kebocoran rem yang sempat dialamibus pariwisata itu sebelum terjadinya kecelakaan.

Baca: kisah Emen Sopir Oplet Tewas di Tanjakan Emen Tahun 1964, Begini Penuturan Putranya

"Dari hasil pemeriksaan kernet, pada saat di salah satu tempat makan ada trouble, ada kendala, dia menghubungi tim teknis dari perusahaan. Petunjuknya seperti itu, (mengakali) dari dua selang (rem) dipotong dan ditutup baut. Nah secara teknis itu ini tidak boleh, tapi biar jelas nanti teknisnya tim labfor yang menjelaskan," ungkap Didiek di Dinas Perhubungan Jabar, Kota Bandung, Rabu (14/2/2018).

Menurutnya, usulan pemotongan kabel itu sendiri diduga dari kepala bengkelnya.

"Penjelasan dari sopir dan kernet (usulan) dari kepala bengkelnya," kata Didiek.

Pihak kepolisian sendiri telah memeriksa beberapa saksi korban dan kernet, termasuk sopir bus maut tersebut. 

Halaman
123
Editor: Soewidia Henaldi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help