Peneliti IPB : Ojek Online, Amankah untuk Digunakan?

Mayoritas pengguna ojek online merupakan perempuan yang berada pada kelompok usia 15-24 tahun serta berprofesi sebagai mahasiswa.

Peneliti IPB : Ojek Online, Amankah untuk Digunakan?
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
driver ojek online mulai meninggalkan Terminal Laladon 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Siapa yang tidak mengenal ojek online? Kendaraan bermotor roda dua berbasis aplikasi online itu tentu saja  sudah banyak diketahui oleh masyarakat.

Keberadaannya menjadi oase bagi masyarakat di tengah kemacetan yang seringkali menjadi momok bagi masyarakat yang tinggal di kota-kota besar Indonesia, tidak terkecuali Jakarta beserta kota-kota penyangganya seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Terdapat banyak brand ojek online yang berkembang di Indonesia. Namun, menurut survei yang dilakukan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (2017), urutan rating tertinggi brand ojek online adalah Gojek (72.6%), Grab (66.9%) dan Uber (51%).

Demikian yang disampaikan dalam riset yang dilakukan oleh mahasiswa program Pascasarjana Sekolah Bisnis, Institut Pertanian Bogor (IPB), Hasdevi A dan Drajat; bersama staf pengajar program studi Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB, Lilik Noor Yulianti dan Megawati Simanjuntak.

Megawati mengatakan, penelitian ini dilakukan mengingat fenomena tentang ojek online ini sangat menarik perhatian. 

“Penerimaan ojek online di masyarakat masih menimbulkan pro dan kontra. Banyak pengguna ojek onlinemerasa sangat terbantu dengan adaya ojek online yang bersifat praktis, mudah dan murah. Namun, pada beberapa kasus seringkali keberadaan ojek online menimbulkan perselisihan dengan para pengemudi ojek pangkalan,khususnya di kawasan perumahan-perumahan tertentu,” ujarnya.

Lebih lanjut Megawati menjelaskan, penelitian dilakukan pada 200 responden di Kecamatan Bogor Utara. 

Mayoritas pengguna ojek online merupakan perempuan yang berada pada kelompok usia 15-24 tahun serta berprofesi sebagai mahasiswa.

Meskipun merupakan kelompok usia pengguna jasa ojek online terbanyak, tetapi kelompok usia tersebut cenderung tidak loyal pada satu brand tertentu saja.

Lebih dari setengah pengguna ojek online pada usia tersebut memiliki ketiga brand ojek online.

Halaman
12
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help