Lucunya Bayi Jerapah Di Taman Safari Indonesia, Sebelum Lahir Induknya Sempat Terlihat Gelisah

Akhirnya setelah dijaga sekitar 7 jam lamanya, sang bayi jerapah itu pun lahir dengan bobot 90 kg namun sampai sekarang belum diberi nama.

Lucunya Bayi Jerapah Di Taman Safari Indonesia, Sebelum Lahir Induknya Sempat Terlihat Gelisah
istimewa
Jerapah Afrika lahirkan anak di Taman Safari Indonesia Cisarua 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Taman Safari Indonesia (TSI) yang berlokasi di Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor kini punya satwa baru.

Rupanya sejak selang dua hari setelah perayaan tahun Baru Imlek 2018 , seekor induk betina jerapah yang bernama Emily didapati terlihat gelisah sehingga petugas pun berjaga di sekitar kandangnya.

Menurut Humas Manager TSI, Yulius Suprihardo, saat itu sejumlah petugas keeper disibukan dengan persiapan lahiran bayi satwa yang bernama ilmiah Giraffa Camelopardalis itu.

"Tumpukan serbuk gergaji sengaja dihamparkan disekitar area kandang, sebagai alas empuk pada saat bayi itu lahir. Belum lagi persiapan pakannya," ujar Yulius di dalam rilis yang diterima TribunnewsBogor.com, Selasa (20/2/2018).

Tidak hanya para keeper, menurutnya saat itu dokter hewan dan curator pun berjaga seharian memantau kegelisahan induk jerapah.

jerapah afrika
jerapah afrika (istimewa)

Akhirnya setelah dijaga sekitar 7 jam lamanya, sang bayi jerapah itu pun lahir dengan bobot 90 kg namun sampai sekarang belum diberi nama.

"Induk pejantannya bernama Kalou berada tidak jauh dari anaknya. Bayi Jerapah tersebut perlahan lahan berdiri, Emily berkali kali menyiumi sang bayinya, begitulah sifat alami sang induk," ujar Yulius.

Menurutnya masa kehamilan jerapah memakan waktu sekitar 14 bulan, kemudian jerapah jantan dewasa bisa mencapai tinggi 6 meter, sedangkan betinanya 5 meter.

Kemudian dengan bobotnya pun bisa mencapai sekitar 1360 kg dengan mempunyai jantung terbesar, leher, lidah dan kaki terpanjang serta 4 buah lambung.

Sementara itu, Direktur Utama TSI, Jansen Manansang, dengan hadirnya bayi satwa asal Afrika ini ia berharap bahwa pihaknya bisa terus mengembang biakan satwa-satwa langka lainnya.

"Diharapkan dengan bertambahnya bayi jerapah ini , koleksi satwa langka dapat berkembangbiak di Taman Safari Bogor, sebagai salah satu warisan dunia," ungkap Jansen.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved