10 Bulan Kasus Novel Mandek, Din Syamsuddin Anggap Pelaku Luar Biasa Canggih

Sebab, hingga 10 bulan penyidikan, polisi tidak bisa menemukan siapa pelakunya. Din menduga pelakunya pasti bukan orang sembarangan.

10 Bulan Kasus Novel Mandek, Din Syamsuddin Anggap Pelaku Luar Biasa Canggih
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan (tengah) tiba di Markas Besar Polri, Jakarta, Rabu (8/7/2015). Novel datang untuk diperiksa terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap pencuri sarang burung walet di Bengkulu pada 2004 lalu. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin mengaku prihatin dengan penanganan kasus penyiraman air keras ke wajah penyidik KPK Novel Badwedan.

Sebab, hingga 10 bulan penyidikan, polisi tidak bisa menemukan siapa pelakunya. Din menduga pelakunya pasti bukan orang sembarangan.

"Sampai saya merasa curiga, menimbulkan kesimpulan ini luar biasa canggihnya pelakunya atau rekayasa yang melakukan tindakan kekerasan atas Novel sehingga belum bisa diungkap," ujar Din di kantor MUI, Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Din mengaku heran mengapa penyidikan kasus Novel memakan waktu cukup lama. Namun, ia enggan menyimpulkan ada sesuatu yang ditutupi dalam kasus itu.

Menurut dia, Polri harus bekerja lebih keras untuk mengusut tuntas pelaku hingga dalang di baliknya.

"Ini terus terang menjadi tantangan bagi Polri, termasuk PR (pekerjaan rumah) yang harus diselesaikan," kata Din.

Wajah Novel Baswedan disiram air keras setelah ia menunaikan shalat subuh berjamaah di Masjid Al Ikhsan, Jalan Deposito RT 003/RW 010, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017.

Seusai mendapat serangan, Novel dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sore harinya, Novel dirujuk ke Jakarta Eye Center.

Luka parah pada kedua mata Novel akibat siraman air keras ternyata tak cukup ditangani di Indonesia. Pada 12 April 2017, dokter merujuk agar Novel mendapatkan perawatan mata di Singapura.

Pada 17 Agustus 2017 lalu, Novel menjalani operasi pertama di Singapura.

Hingga saat ini, kasus penyiraman air keras terhadap Novel belum juga menemukan titik terang. Setelah lebih dari sepuluh bulan sejak penyerangan dilakukan, polisi belum juga menetapkan satu pun tersangka.

Sumber berita klik disini : 10 Bulan Kasus Novel Mandek, Pelakunya Dianggap Luar Biasa Canggih

Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help