Bocah Diperkosa Anak SD

Begini Kondisi Di Desa Rabak Usai Tragedi 6 Bocah Perkosa Anak Usia 8 Tahun, Ternyata Tetanggaan

"Dibawa sama polisi, tapi kalau tidak salah semalem sudah balik lagi, kalau sekarang gak tau juga apa dibawa lagi atau engga," paparnya.

Begini Kondisi Di Desa Rabak Usai Tragedi 6 Bocah Perkosa Anak Usia 8 Tahun, Ternyata Tetanggaan
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Lokasi bocah perkosa bocah di Rumpin 

Baca: Miris ! Ini 5 Kasus Perkosaan Bocah yang Pelakunya Bocah Juga, Dari Anak Pengasuh Hingga Teman Main

"Ya jadi katanya ada orang udah gede, laki-laki, suka ngajak anak-anak kecil nontonin video-video atau foto porno gitu di rumahnya, informasinya bukan sekali dua kali aja, jadi mungkin terpengaruh karena itu," paparnya.

Dia menambakan bahwa lelaki yang mengajak anak-anak menonton film biru itu saat ini telah diamankan dan hampir menjadi bahan amukan warga.

"Iya jadi dia itu duda, tinggalnya berdua sama neneknya, kemarin kayanya udah dibawa sama polisi," terangnya.

Saat ini kasus tersebut pun dalam penanganan Polsek Rumpin dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor.

Baca: Tampil Memukau Di Konser Slank, Bagian Bawah Sophia Latjuba Bikin Gagal Fokus, Nyeker Banget?

Sebelumnya diberitakan, polisi sudah memeriksa orang tua korban dan pelaku serta memeriksa sejumlah saksi diantaranya DM dan enam bocah yang diduga sebagai pelaku pemerkosaan.

Informasi yang diterima TribunnewsBogor.com, kasus itu berawal saat DM bermain dengan dua orang temannya.

Tiba-tiba datang dua pelaku, RH dan RJ yang langsung menarik tangan DM ke pinggir rumah VL.

Di lokasi ini, diduga terjadi tindak pidana perkosaan terhadap DM oleh RH, RJ, VL dan tiga orang bocah lainnya.

Pengamat Kriminal Angkat Bicara

Kasus perkosaan 6 bocah SD terhadap seorang bocah perempuan berusia 8 tahun di Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat membuat banyak orangtua merasa prihatin.

Yang membuat miris lagi, diduga bocah melakukan perbuatan tak senonoh itu setelah diduga 'dicekoki' video mesum oleh orang dewasa.

Pengamat kriminal dan psikolog forensik, Reza Indragiri mengatakan ada hubungan antara tontonan film porno itu dengan perilaku menyimpan yang dilakukan 6 bocah itu.

"Anak-anak, setelah menonton tayangan pornografi, mencoba menduplikasinya di kehidupan nyata mereka. Mungkin pula para bocah pelaku itu sebelumnya telah menerima perlakuan seksual serupa," katanya dalam pesan singkat yang diterima TribunnewsBogor.com.

Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) ini melanjutkan, anak-anak lantas menjadi pelaku guna memahami apa yang ada di hati pelaku ketika melancarkan kebejatan itu.

Tapi karena para pelaku masih amat belia, maka kendati tindak-tanduk mereka memang bersifat seksual, motif anak-anak seumur itu boleh jadi bukan seksual.

Bahkan bisa saja mereka tidak memahami apa yang mereka lakukan dan tidak menyadari bahwa perbuatan mereka sesungguhnya menyakitkan dan membahayakan.

Lalu, terkait penanganan hukum kasus child-on-child ses abuse ini, tinggal bagimana kesungguhan polisi untuk menyelesaikan kasus ini.

Sebab, para pelaku ini juga bisa dikatakan sebagai korbannya.

"Nah, bagaimana polisi nantinya akan mengonstruksi mens rea (niat) untuk menjerat para pelaku? Ketidakpahaman itu pula yang membuat sejumlah kasus child-on-child sexual abuse di negara semisal Australia berujung pada dihentikannya tuntutan atau pun vonis tak bersalah. Getir memang bagi korban dan keluarganya. Sisi lain, bukan hanya si anak perempuan yang menjadi korban. Anak-anak lelaki yang menjadi pelaku selain dipidana, juga perlu direhabilitasi," ungkapnya.(*)

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help