Jubir Presiden RI Pertanyakan Laporan ACTA, Padahal Jokowi Sering Bertemu Ketum Parpol di Istana

Oleh karena itu, Johan menilai langkah Presiden Jokowi menerima kunjungan silaturahim dari para elite PSI merupakan hal yang biasa.

Jubir Presiden RI Pertanyakan Laporan ACTA, Padahal Jokowi Sering Bertemu Ketum Parpol di Istana
Kompas.com/Ihasnudin
Kiri ke kanan: Ketua DPP PSI Tsamara Amani, Ketua Umum PSI Grace Natalie dan Sekjen PSI Raja Juli Antoni usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/3/2018) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Istana Kepresidenan tak mempermasalahkan rencana Advokat Cinta Tanah Air ( ACTA) yang akan melaporkan pertemuan Presiden Joko Widodo dan elite Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI).

"Kalau soal siapa pun orang itu melaporkan silakan saja itu. Orang, kan, tidak bisa dicegah. Jadi silakan saja," kata Juru Bicara Presiden RI Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/3/2018).

Namun, Johan menekankan bahwa pertemuan ketua umum partai dengan Presiden Joko Widodo itu sudah sering dilakukan di Istana.

Topik bahasannya pun bermacam-macam. "Ada Pak SBY juga pernah ke sini, Bu Mega juga pernah, Prabowo juga pernah bertemu di Istana dengan Presiden," kata Johan.

Oleh karena itu, Johan menilai langkah Presiden Jokowi menerima kunjungan silaturahim dari para elite PSI merupakan hal yang biasa.

Ia pun heran kenapa baru sekarang pertemuan Presiden Jokowi dan elite parpol dipermasalahkan.

"Kenapa baru sekarang dilaporkan, ada pertanyaan juga," kata dia.

Mengenai dugaan bahwa pertemuan tersebut membahas strategi pemenangan Jokowi di Pilpres 2019, Johan tidak membantah, tetapi juga tidak membenarkan.

"Ya, itu, kan, persepsi orang itu, orang yang melaporkan itu punya pandangan menurut dia seperti itu, itu tidak bisa dilarang orang punya persepsi itu," kata Johan.

"Tapi, sekali lagi perlu disampaikan ke publik bahwa Presiden menemui atas kunjungan ketum partai-partai politik itu sudah sering dilakukan. Tentu pembicaraannya bisa bermacam-macam, termasuk soal politik. Kan namanya ketum parpol," tambah dia.

Halaman
12
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help