Punya Hutang di Warung Nasi Hingga Rp 60 Juta, Pemilik Warung Gembok Kantor Satpol PP

Hutang Rp 60.653.000 itu terhitung tak dibayar, yaitu, sejak 2016 dan 2017 lalu

Punya Hutang di Warung Nasi Hingga Rp 60 Juta, Pemilik Warung Gembok Kantor Satpol PP
Net
ilustrasi nasi bungkus 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Pidie Jaya, disegel oleh seorang pedagang nasi, Selasa (6/3/2018) pagi.

Ini dilakukan menyusul hutang Rp 60.653.00 sejak 2016 dan 2017 lalu yang tak kunjung dilunasi.

Muhammad Yuki selaku pemilik Rumah Makan (RM) Yuki Kecamatan Meureudu kepada Serambinews.com, Rabu (7/3/2018) mengatakan, hutang Rp 60.653.000 itu terhitung tak dibayar, yaitu, sejak 2016 dan 2017 lalu sampai kini tak kunjung dilunasi.

"Karena hutang tak kunjung dibayar saya berhak menggembok pintu kantor Satpol PP dan WH sejak Selasa (6/3/2018)," katanya.

Berbagai upaya diplomasi telah dilakukan dengan Kasatpol PP dan WH, M Thaib.

Baca: Kisah Pemuda Jomblo Yang Didatangi Ibu Kosan Malam-malam, Tiba-tiba Ibu Kos Ada di Kamar Saya

Baca: Mas Kamu Minum Susu Gemesku Ya?, Percakapan Pria dan Wanita Ini Bikin Heboh

Namun upaya tersebut tak disahuti hingga sampai hari ini.

Kendati demikian, jika persoalan ini tidak ada titik temu, pihaknya tak segan-segan melaporkan ke jalur hukum.

Diakui Yuki, untuk menutupi operasional warung nasinya selama ini dirinya terpaksa melakukan tindakan hutang kepada pihak lain guna menjalankan roda usaha untuk menghidupi keluarganya.

Halaman
12
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help