Peneliti IPB Ciptakan Ampas Biji Jarak Pagar Jadi Papan Partikel

Optimasi proses produksi papan partikel dilakukan dengan empat faktor perlakuan kadar air bahan, waktu kukus, suhu kempa, dan waktu kempa.

Peneliti IPB Ciptakan Ampas Biji Jarak Pagar Jadi Papan Partikel
Humas IPB

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Biji jarak pagar biasanya digunakan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel dan menghasilkan produk samping berupa ampas biji jarak pagar.

Ampas biji jarak sebagai campuran serat dan protein merupakan komposit alami yang dapat dimanfaatkan menjadi produk biokomposit.

Ika Amalia Kartika, peneliti dari Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor (Fateta IPB), menjelaskan  campuran serat dan protein dapat dianggap sebagai komposit alami, sebagaimana ampas biji jarak pagar yang dapat dimanfaatkan menjadi produk komposit seperti papan partikel melalui proses kempa panas.

“Pada umumnya pembuatan papan partikel atau papan komposit memanfaatkan bahan dengan komponen utamanya adalah lignin, selulosa dan hemiselulosa dengan menggunakan perekat sintetis seperti urea formaldehida (UF) dan fenol-formaldehida (PF). Penggunaan perekat sintetis memiliki dampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan. Upaya dalam mengurangi penggunaan perekat sintetis dalam pembuatan papan partikel telah banyak dilakukan dengan memanfaatkan perekat alami seperti protein,” tutur Ika dalam siaran pers yang diterima TribunnewsBogor.com.

Tim peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) yang terdiri dari Fherdes Setiawan, Ika Amalia Kartika, Mohamad Yani beserta Dede Hermawan mencoba melakukan optimasi proses produksi papan partikel ampas biji jarak pagar.

Optimasi proses produksi papan partikel dilakukan dengan empat faktor perlakuan kadar air bahan, waktu kukus, suhu kempa, dan waktu kempa.

“Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui sifat fisik dan mekanik papan partikel ampas biji jarak pagar dan menentukan kadar air ampas, waktu kukus, suhu kempa, dan waktu kempa yang optimum untuk menghasilkan mutu papan partikel yang terbaik,” ujarnya.

Pembuatan papan partikel dari ampas biji jarak pagar dimulai dari tahapan perlakuan pendahuluan (peningkatan kadar air ampas dan pengukusan), pembuatan lembaran dan proses pengempaan papan. Proses pengempaan dilakukan setelah lembaran papan partikel terbentuk. Pengempaan dilakukan dengan menggunakan mesin kempa panas pada suhu 120 – 200 derajat Celsius selama 2 – 10 menit dan tekanan sebesar 200 kgf/cm2.

Dari percobaannya peneliti ini menjelaskan bahwa kondisi proses produksi optimum diperoleh pada kadar air bahan 15 persen, waktu kukus 22 menit, suhu kempa 180 derajat Celsius, dan waktu kempa 8 menit dengan respon yang dihasilkan kadar air 6,51 persen dan daya serap air 34,67 persen.

“Ampas hasil ekstraksi minyak biji jarak pagar memiliki karakteristik bahan dengan kadar serat (38,7 persen) dan protein (21,25 persen) yang cukup tinggi sehingga berpeluang untuk dimanfaatkan menjadi produk biokomposit seperti papan partikel,” ungkapnya. 

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help