Bahas Ikan Tuna, FPIK IPB Hadirkan Pakar dari Universitas di Jepang

EMBRIO juga untuk pertama kalinya menggelar kegiatan dalam bentuk Talk Series. Acara ETS akan dilaksanakan setiap bulan.

Bahas Ikan Tuna, FPIK IPB Hadirkan Pakar dari Universitas di Jepang
Humas IPB
Prof Dr. Yoshihiro Ochiai dari Tohoku University, Jepang 

Ia menyampaikan bahwa dilihat dari warna daging, masing-masing spesies tuna memiliki karakteristik yang berbeda beda.

Konsumsi tertinggi ikan tuna di Jepang adalah dari jenis Pasific bluefin tuna, konsumsinya bisa mencapai 98 % dari ikan yang ditangkap di Pacific Utara.

Harga ikan tuna per kilogram di Jepang adalah 1400 JPY (Rp. 182.000/kg); sementara untuk harga ikan bluefin tuna beku sebesar 4000 JPY per kg (Rp 520.000/kg). Untuk spesies yellowfin harganya berkisar 1200 JPY per kg (Rp. 156.000/kg). Data pada tahun 2012 menunjukkan bahwa konsumsi ikan tuna dari spesies big eye meningkat sebesar 40 %.

Teknologi penangkapan ikan tuna di Jepang menggunakan alat tangkap long line, rod fishing, purse seine, dan troll line.

Selain perikanan tangkap, Jepang juga mengembangkan budidaya bluefin tuna (tuna sea ranching). Kinki University merupakan pionir budidaya ikan tuna di Jepang.

Tuna dibudidayakan di perairan sebelah barat dan selatan Jepang karena kondisi suhu perairan yang cocok untuk bluefin tuna yaitu 20-25 derajat Celsius.

Peserta yang hadir pada acara ini sekitar 200 orang yang terdiri atas dosen FPIK IPB, Mahasiswa FPIK, FMIPA, FATETA-IPB, DAAD Long Term Lecturship Fellow dari Jerman, Dosen dari Universitas Hassanuddin, Dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, LIPI, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dosen Sekolah Tinggi Perikanan, Asosiasi Perikanan, Indonesian Pole & Line and Handline Fisheries Association, Mizuho Bank, beberapa perusahaan swasta perikanan dan dari unsur media yaitu Majalah Trubus.

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help