Dikunci Dalam Ruangan Kelas, Bunga Diminta Tanggalkan Seragam Oleh Gurunya

Orangtua Bunga, melaporkan, Ujang melakukan perbuatannya pada pada Kamis (8/3/2018) lalu.

Dikunci Dalam Ruangan Kelas, Bunga Diminta Tanggalkan Seragam Oleh Gurunya
Istimewa
Ilustrasi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Dunia pendidikan di Kota Semarang kembali tercoreng.

Belum selesai kasus dugaan kekerasan yang berujung pada dikeluarkannya dua siswa pengurus OSIS di SMAN 1 Semarang, kini ada dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Kota Semarang terhadap muridnya.

Orangtua murid sebuah SD di Kota Semarang melaporkan dugaan tindakan pelecehan seksual seorang guru terhadap murid ke Polrestabes Semarang.

Kasubbag Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna mengatakan, Ujang (nama samaran) dilaporkan ke Polrestabes Semarang atas dugaan pelecehan seksual terhadap muridnye sendiri Bunga (nama samaran) yang baru berusia 8 tahun.

Orangtua Bunga, melaporkan, Ujang melakukan perbuatannya pada pada Kamis (8/3/2018) lalu.

Menurut penuturan korban kepada orangtuanya, kejadian itu bermula saat pelaku memanggil sejumlah murid perempuan termasuk Bunga ke dalam kelas.

"Oknum guru tersebut kemudian mengunci ruang kelas dan meminta para siswa menanggalkan seragamnya. Ada beberapa anak lain yang diduga juga jadi korban," kata Suwarna, Senin (12/3). Menurut laporan, guru tersebut memegang-megang bagian tubuh muridnya.

Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang, mendatangi SD tersebut untuk mengumpulkan data sementara.

Suwarna mengatakan kedatangan penyidik untuk mengklarifikasi adanya laporan yang masuk.

"Kami masih melakukan pengecekan, apakah benar korban adalah siswi di sekolah itu, dan apakah benar guru terlapor melakukan pelecehan," katanya.

Halaman
123
Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help