Polisi Temukan Narkoba Jenis Baru di Lemari Novi, Ini Jenisnya

Mengenai Novi dikendalikan oleh seorang napi di Lapas Tangerang berinisial JB, lanjut Ardhy, pihaknya masih mengembangkan kasusnya.

Polisi Temukan Narkoba Jenis Baru di Lemari Novi, Ini Jenisnya
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Ilustrasi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  AKP Ardhy, Kanit III Sat Res Narkoba Polres Metro Jakarta Barat sebut Novi (28) buru-buru menyembunyikan narkoba jenis baru 'Pentilon' sebanyak 40 kapsul dalam lemari di kediamannya di Jalan Kayu Manis VII RT 007/008, Kelurahan Kayu Manis, Matraman, Jakarta Timur, akibat suaminya, Yudi Yuswandi (40) tidak mengangkat telepon.

Diketahui, Yudi sempat berpesan ke Novi, kalau dirinya tak kunjung mengangkat telepon, tanda dirinya sudah dipastikan tertangkap polisi.

"Jadi, setelah menangkap Yudi, dan dua rekan Yudi yakni Tarmizi Sulaiman (42) serta Rinaldy (35) di lokasi terpisah, giliran istri Yudi, yakni si Novi. Ternyata, Novi ini sudah diberi kode, oleh si Yudi. Mereka sudah sepakat kalau suaminya enggak jawab telepon, artinya suaminya sudah ditangkap polisi. Saat itu lah, buru-buru si Novi menyembunyikan narkoba jenis baru 'Pentilon' itu di lemari," paparnya, Rabu (14/3/2018).

Mengenai Novi dikendalikan oleh seorang napi di Lapas Tangerang berinisial JB, lanjut Ardhy, pihaknya masih mengembangkan kasusnya.

Ia mengatakan, diketahui sebelumnya jika kapsul Pentilon berjumlah 350 kapsul, namun oleh HR yang merupakan rekan JB, sudah diedarkan di wilayah Pulomas, Jakarta Timur sebanyak 310 kapsul.

"HR ini masih DPO dan masih kami buru. Awal-nya, kapsul ditotal ada 350 namun sudah edar 310 di kawasan Pulomas. Sisanya, JB berikan ke Novi guna diedarkan oleh suaminya (Yudi), dan dua rekan Yudi (Tarmizi dan Rinaldy). Saat ini, keempat pelaku sudah di bui Polres Metro Jakarta Barat," kata Ardhy.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi mengungkapkan, bagi pengkonsumsi narkotika jenis baru, yakni pentilon akan berdampak buruk pada manusia diantaranya itu insomnia, halusinasi, stimulun, dan euforia berlebih.

"Cara pemakainnya itu, kapsul tersebut dibuka dan serbuknya dicampur atau diseduh kegelas berisi air mineral. Apabila dikonsumsikan akan timbul euforia berlebihan, halusinasi, stimulun dan insomnia," katanya.

Editor: Damanhuri
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help