Bersama Pemerintah Jepang, LIPI Mengubah Alang-alang Menjadi Energi Alternatif

JICA dan JST memberikan sumbangan sarana dan prasarana kepada LIPI sebanyak 53 alat-alat laboratorium.

Bersama Pemerintah Jepang, LIPI Mengubah Alang-alang Menjadi Energi Alternatif
TribunnewsBogor.com/Aris Prasetyo Febri
LIPI melakukan kerja sama dengan universitas Kyoto di Jepang. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Aris Prasetyo Febri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH – Semakin menipisnya sumber daya tak terbaharukan seperti bahan bakar minyak membuat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berusaha mencari sumber tenaga lainnya.

Atas dasar tersebut, LIPI melalui Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya melakukan kerja sama dengan universitas Kyoto di Jepang.

Mereka mengadakan sebuah proyek penelitian energi alternatif terbaharukan dengan nama Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (SATREPS).

Program SATREPS itu di dukung penuh oleh dua perusahaan teknologi asal negeri sakura, diantaranya Japan International Corporation Agency (JICA), serta Japan Science and Technology (JST).

Sebagai bentuk dukungan, JICA dan JST memberikan sumbangan sarana dan prasarana kepada LIPI sebanyak 53 alat-alat laboratorium.

Serah terima itu dilakukan pada Rabu (21/3/2018) siang di Graha Samida Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor.

Project Managajer SATREPS untuk Indonesia, I Made Sudiana mengatakan kerja sama penelitian itu bertujuan untuk menghasilkan energi terbarukan yang berasal dari tanaman liar alang-alang.

"Alang-alang dimanfaatkan karena jumlahnya yang melimpah, mampu tumbuh pada lahan kering, dan bisa dimanfaatkan untuk pangan dan pakan," ujar Sudiana, Rabu (21/3/2018).

Menurut Sudiana, penelitian itu juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan keragaman hayati alang-alang atau sorgum hingga mempunyai nilai ekonomi dan ekologi yang tinggi.

"Nanti akan dilakukan intercropping antara tanaman dengan memperhatikan keragaman genetik lokal," kata Sudiana.

Sudiana menjelaskan penelitian itu akan menghasilkan energi bahan bakar dari alang-alang yang berwujud padat.

"Saat ini sudah 30 persen penelitian dikembangkan dan sudah ada produk akhirnya, tapi belum untuk diproduksi secara massal," ujar Sudiana.

Dari keterangannya, SATREPS telah dimulai sejak tahum 2016 dan targetnya akan tercapai pada Maret 2021 mendatang.

Penulis: Aris Prasetyo Febri
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help