Tinggal Di Becak Tabungan Dua Kakek Ini Luar Biasa, Nasib yang Di Surabaya Kini Mengkhawatirkan

Setelah kami hitung bersama aparat kecamatan dan disaksikan berbagai pihak, jumlahnya Rp 48.970.000

Tinggal Di Becak Tabungan Dua Kakek Ini Luar Biasa, Nasib yang Di Surabaya Kini Mengkhawatirkan
Kolase TribunnewsBogor
Dua pengayuh becak yang punya tabungan dengan nominal fantastis, Daskim (kiri), Asnan (kanan) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Di Surabaya kini sedang ramai diperbincangkan soal kakek penghuni becak yang memiliki tabungan sebanyak Rp 48 juta.

Pengayuh becak di Surabaya ternyata bukan orang yang pertama.

Di Kota Bogor juga ada seorang kakek pengayuh becak dengan tabungan luar biasa.

Mereka berdua sama-sama menghabiskan waktu di atas becak tuanya.

Meski sudah berusia renta, kedua kakek ini tetap memilih untuk tinggal di becaknya.

Hidup jauh dari rumah tak membuat kedua kakek ini kekurangan.

Keduanya sama-sama menyimpan uang tabungan di bawah jok becaknya.

Baca: Foto-foto Bhre Kata Anak Ke-4 Zaskia Mecca, Ibunya Sempat Lakukan Ini Detik-detik Jelang Operasi

Baca: Selamat! Zaskia Mecca Melahirkan Anak ke-4, Nama Bayi Laki-lakinya Unik Banget

Nilainya tak main-main.

Dari bawah jok becak kakek Asnan petugas menemukan uang Rp 48.970.000.

Sedangkan dari becak kakek Daskim, petugas menemukan uang sekitar Rp 20 juta.

Lalu bagaimana mereka menjalani hidupnya ?

Simak kisah keduanya di bawah ini :

Kakek Asnan

Melansir Kompas.com, Seorang kakek pengayuh becak mendadak dilarikan ke RSU dr Soetomo Surabaya, Rabu (21/3/2018) siang, oleh petugas Linmas Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya.

Kakek bernama Asnan itu ditemukan bersandar lemas di becaknya yang sedang diparkir di Jalan Teratai, Surabaya.

Di becak miliknya ditemukan banyak perlengkapan, mulai dari baju hingga peralatan mandi.

Baca: Ular King Cobra Kalimantan Viral Ternyata Bukan Peliharaan, Begini Nasib Pria yang Foto Bersamanya

Bagi Asnan, selain sebagai sarana mencari rezeki, becak juga sebagai rumah tempatnya berteduh.

Sehari dirawat di RSU dr Soetomo, Asnan divonis dokter terkena virus TBC.

Asnan dirawat di RS Dr Soetomo, Surabaya, Kamis (22/3/2018). (ISTIMEWA)
Asnan dirawat di RS Dr Soetomo, Surabaya, Kamis (22/3/2018). (ISTIMEWA) ()

"Sampai hari ini Pak Asnan masih dirawat intensif. Di ruang isolasi. Belum ada keluarga yang menjenguknya," kata Camat Tambaksari, Ridwan Mubarun, Kamis (22/3/2018).

Meski hidup tidak menentu di atas becak, ternyata Asnan rajin menabung.

Baca: Rencana Penutupan 4Play Alexis Jadi Kemelut, Surat Berkop Satpol PP Tersebar, Salah Siapa ?

Hal itu diketahui setelah petugas menemukan uang puluhan juta rupiah di bawah jok becaknya.

Uang kertas berbagai pecahan itu dibungkus dengan karet.

ISTIMEWA
Asnan di dalam becaknya
ISTIMEWA Asnan di dalam becaknya ()

"Uang tersebut kami amankan. Setelah kami hitung bersama aparat kecamatan dan disaksikan berbagai pihak, jumlahnya Rp 48.970.000," jelas Ridwan.

Sembari menunggu kondisi Asnan pulih, Ridwan menambahkan, pihaknya kini sedang menelusuri keluarga dekat Asnan.

Pihak kecamatan mengaku kesulitan karena kakek pengayuh becak tersebut tidak memiliki satu pun kartu identitas.

"Untuk pengobatan Pak Asnan ditanggung BPJS. Semua administrasinya sudah diurus Pemkot Surabaya," ucap Ridwan.

Baca: TERPOPULER, 3 Permintaan Nyak Sandang, Ular King Cobra Jumbo, Sopir Angkot Perkosa Penumpang

Kakek Daskim

Bantuan yang mengalir kepada Daskim (60), pria tua yang tinggal di becak di Jalan Paledang, Bogor Tengah, kota Bogor, sudah mencapai Rp 20 juta.

Daskim mengaku setiap bantuan uang yang diterima oleh pria kelahiran tahun 1951 ini, selalu dititipkan ke warung didekatnya mangkal sehari-hari.

"Pokonya (uangnya) ada di warung," kata Daskim kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (15/11/2015).

Soal jumlah uang tabungannya, mencapai Rp. 20 juta, Daskim hanya tertawa terbahak.

"Katanya memang segitu, ha-ha-ha-ha," ujar pria kelahiran Cirebon ini terbahak.

Daskim, tukang becak yang menghabiskan hidupnya selama 15 tahun di becaknya.
Daskim, tukang becak yang menghabiskan hidupnya selama 15 tahun di becaknya. (TribunnewsBogor.com/Vivi Febrianti)

Sebelumnya, Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Bogor, rencananya akan mengantarkan Daskim ke Cirebon.

Sejak tadi malam, Daskim tidur di kantor Dinsosnakertrans Kota Bogor.

Baca: Berita Populer Lucinta Luna, Video Operasi Tersebar Hingga Sumber Dananya, Pria Ini Kekasihnya ?

"Iya mau pulang dulu. Aki jadi teu boga katenangan (Kakek jadi tidak punya ketenangan)," kata Daskim, kepada TribunnewsBogor.com.

Daskim menuturkan, setiap harinya, ia kedatangan puluhan warga yang hendak memberi bantuan.

"Satu hari paling nanti balik lagi," ujarnya.

Daskim, rencananya akan diantarkan pulang ke Cirebon oleh Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Bogor.

Daskim duduk santai di atas becaknya sambil menikmati malam di trotoar, Jalan Paledang, Kota Bogor, Jawa Barat.
Daskim duduk santai di atas becaknya sambil menikmati malam di trotoar, Jalan Paledang, Kota Bogor, Jawa Barat. (TribunnewsBogor.com/Vivi Febrianti)

"Hari Jumat, Sabtu dan Minggu, aki sudah harus ada di Bogor lagi, karena hari itu banyak pengajian," kata Daskim.

Daskim dibawa ke Dinas Ketenagakerjaan, Sosial, dan Transmigrasi (Disnakersostrans) Kota Bogor, Kamis (12/11/2015) untuk dipulangkan ke Cirebon.

Daskim dijemput oleh Kepala Bidang Pelayanan Sosial, Enong Maesaroh, bersama stafnya.

"Iya tadi dijemput ke Jalan Paledang. Di ajak makan dulu, terus dibawa ke Disnakersostrans," kata Kepala Bagian Humas Pemkot Bogor, Encep Moh Ali Alhamidi, kepada TribunnewsBogor.com.

Rencananya, Daskim akan dipulangkan ke Cirebon, ke tempat asalnya.

"Mau pulang (ke Cirebon) katanya. Tapi nanti lihat dulu mau gimana si Abahnya," kata staf Bidang Pelayanan Sosial, Arwin.

"Tadi sih, Abahnya lagi istirahat di rumah singgah. Tapi katanya sekarang lagi dibawa Bu Enong ke Balaikota," ujarnya lagi.

Penulis: Ardhi Sanjaya
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved